Resolusi Konflik: Merumuskan strategi percepatan untuk penyelesaian sengketa dan konflik agraria

waktu baca 3 menit
Selasa, 6 Okt 2026 10:13 6 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

JAKARTA — Mengawali masa tugasnya pada hari pertama, Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, langsung melakukan langkah strategis dengan mengunjungi Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, Senin (5/10/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi antarkelembagaan dalam mengakselerasi program Reforma Agraria di Indonesia.

Dalam pertemuan taktis dengan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, Jenderal bintang empat tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi agar dampak kebijakan agraria benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

“Hari pertama saya bertugas, saya langsung berkoordinasi dengan ATR/BPN. Kita ingin menyatukan langkah dan membangun kerja bersama agar Reforma Agraria benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Dedi Prasetyo usai pertemuan.

Dedi menggarisbawahi bahwa BRAN tidak dirancang sebagai lembaga yang eksklusif. Institusi baru ini diposisikan sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor demi merespons kompleksitas persoalan agraria nasional yang menuntut penanganan komprehensif dari hulu hingga hilir.

“Semangatnya adalah bersama-sama. Reforma Agraria adalah kerja besar yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Orientasi akhirnya adalah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dedi, masyarakat saat ini menuntut pemenuhan tiga aspek utama di bidang pertanahan: kepastian hukum atas kepemilikan, penyelesaian konflik agraria yang berkeadilan, serta pemberdayaan ekonomi agar tanah menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Reforma Agraria tidak boleh sekadar berhenti pada penataan aset (sertifikasi), melainkan harus diikuti dengan penataan akses yang konkret.

Sebagai bentuk komitmen, BRAN akan mendorong aspek hilirisasi kepada penerima manfaat melalui pendampingan usaha, penyediaan teknologi, kemitraan strategis, dukungan pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar.

Pertemuan perdana ini juga secara langsung membahas sejumlah agenda dan evaluasi teknis yang krusial, meliputi:

Evaluasi Capaian: Meninjau pembelajaran dari program Reforma Agraria yang selama ini telah berjalan di lingkungan ATR/BPN.

Resolusi Konflik: Merumuskan strategi percepatan untuk penyelesaian sengketa dan konflik agraria.

Tata Kelola Lahan: Mengkaji ulang tata kelola Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Pengelolaan (HPL).

Integrasi Data: Memastikan implementasi kebijakan One Data Agraria sebagai basis pengambilan keputusan yang akurat.

“Kita akan mendengar masyarakat dan semua pihak. Kita petakan persoalannya, kita lihat datanya, kemudian kita cari solusi terbaik. Hak masyarakat harus dilindungi dan kepentingan negara juga harus dijaga,” kata Dedi.

Terkait kekhawatiran publik mengenai potensi tumpang tindih fungsi kelembagaan, Dedi memastikan kehadiran BRAN justru hadir untuk memperkuat instansi yang sudah ada, tanpa menggerus kewenangan otoritas sebelumnya.

“Kita tidak mengambil kewenangan ATR/BPN. Kita memperkuat sinergi. Administrasi pertanahan dipastikan tetap berjalan penuh di bawah kendali ATR/BPN, sementara Reforma Agraria kita dorong menjadi kerja bersama lintas sektor,” jelasnya secara lugas.

Sebagai langkah tindak lanjut terdekat, BRAN kini memprioritaskan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) kelembagaan. BRAN juga tengah merampungkan pembentukan tim ad hoc guna mengawal program-program yang mendesak pada fase awal transisi pemerintahan ini.

Ke depannya, Dedi menargetkan BRAN tumbuh menjadi institusi yang inklusif, transparan, berbasis data, dan responsif terhadap keluhan masyarakat di lapangan.

“BRAN bergerak dengan semangat kolaborasi. Kita ingin memastikan Reforma Agraria tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA