Petambak Dipasena Suarakan Penolakan Impor Udang, H. Nuryanto Anggota DPRD Tulang Bawang Siap Sampaikan Aspirasi

waktu baca 3 menit
Minggu, 27 Sep 2026 12:40 5 Admin KPK

RAWAJITU TIMUR – kpktitikor.id Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) mewakili petambak Bumi Dipasena menyuarakan secara tegas penolakan terhadap impor udang. Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Wawasan Kebangsaan Tahun 2026 yang digelar oleh H. Nuryanto, Anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Daerah Pemilihan IV, di area Sekretariat P3UW Lampung, Kecamatan Rawajitu Timur, Sabtu (26/9/2026).

 

Ketua P3UW Lampung Mangisar Manurung, yang hadir bersama jajaran pengurus, menegaskan bahwa masuknya udang impor perlu mendapat perhatian serius karena dikhawatirkan berdampak terhadap keberlangsungan usaha petambak, khususnya harga udang di tingkat produsen.

 

“Di Dipasena ada kawasan tambak udang yang besar. Jangan sampai masuknya udang impor membuat harga di tingkat petambak turun,” ujar Mangisar Manurung.

 

“Karena itu, perlu ada surat resmi penolakan kepada pemerintah. Kami di Rawajitu Timur bersepakat menolak impor udang,” lanjutnya.

 

P3UW Lampung juga menyampaikan aspirasi terkait revitalisasi dan pengembangan kawasan Bumi Dipasena, termasuk perlunya dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan sektor budidaya udang.

Menanggapi aspirasi tersebut, H. Nuryanto menyatakan siap menampung, meneruskan, serta membantu mengawal aspirasi masyarakat sesuai kapasitasnya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang.

 

“Kami sebagai perwakilan akan menampung aspirasi ini. Saya siap mendorong, mengawal dan menjembatani. Kita juga harus bergerak dari bawah, siapkan proposal atau perencanaan dan kebutuhan yang jelas,” kata Nuryanto.

 

Nuryanto menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam mengajukan program kepada pemerintah. Menurutnya, setiap usulan perlu didukung dengan perencanaan yang matang, kebutuhan yang jelas, serta kelembagaan dan administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Ia juga mendorong agar Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) kembali diaktifkan dan diperkuat sebagai wadah petambak dalam mengakses berbagai program pemerintah. Untuk kebutuhan budidaya dalam skala lebih besar, masyarakat perlu menyiapkan konsep dan perencanaan yang matang agar dapat diperjuangkan ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

 

Dalam sesi dialog, peserta turut menyampaikan sejumlah kebutuhan dan aspirasi, mulai dari perbaikan infrastruktur, akses permodalan, benur, kincir dan sarana produksi budidaya, penguatan kelembagaan petambak, hingga program pelatihan dan kegiatan positif bagi generasi muda.

 

Peserta juga berharap revitalisasi Bumi Dipasena mendapat perhatian lebih serius serta memperoleh prioritas dalam pengembangan sektor perikanan dan budidaya udang. Berbagai kebutuhan petambak diharapkan dapat dirumuskan secara lebih terstruktur menjadi proposal dan program untuk disampaikan kepada pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

 

Dalam tanggapannya, Nuryanto turut menyampaikan mengenai arah pengembangan kawasan Dipasena sebagai bagian dari kawasan ekonomi biru. Ia mendorong masyarakat untuk mempersiapkan perencanaan dan usulan yang matang agar peluang pengembangan kawasan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.

 

Selain menjadi ruang dialog, kegiatan tersebut juga diisi dengan materi wawasan kebangsaan. Narasumber menyampaikan pemahaman mengenai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, ideologi dan pemersatu bangsa, serta penerapan nilai-nilai Pancasila melalui toleransi, persatuan, musyawarah, kepedulian sosial dan gotong royong.

 

Materi juga membahas UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta pentingnya menjaga persatuan dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

P3UW Lampung berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat memperoleh perhatian dan dukungan dari DPRD maupun pemerintah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan budidaya udang, meningkatkan kesejahteraan petambak, serta mendorong kemajuan kawasan Bumi Dipasena.

 

Tim kabiro tulang bawang lampung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA