Perkuat Penyerapan Gabah Petani, Kecamatan Rawajitu Selatan Dorong Sinergi KDMP dan PERPADI

waktu baca 4 menit
Rabu, 14 Okt 2026 14:39 23 Admin KPK

 

 

TULANG BAWANG, kpktipikor.id — Pemerintah Kecamatan Rawajitu Selatan mendorong penguatan sinergi antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) guna mendukung penyerapan gabah hasil panen petani lokal. Hal tersebut mengemuka dalam musyawarah koordinasi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (14/10/2026).

 

Musyawarah tersebut membahas mekanisme kerja sama penyerapan gabah, mulai dari pendataan panen, pengecekan kualitas, pengaturan proses panen, hingga pembahasan harga pembelian dan tantangan yang dihadapi petani dalam memasarkan hasil panennya.

 

Camat Rawajitu Selatan, Harsoni, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki potensi pertanian yang besar dengan hamparan persawahan yang luas. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa agar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat.

 

Ia mendorong pengurus KDMP di setiap kampung untuk mengelola koperasi secara baik dengan memanfaatkan potensi dan keunggulan wilayah masing-masing. Kerja sama dengan PERPADI diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemasaran hasil panen sekaligus meningkatkan peran koperasi dalam perekonomian masyarakat.

 

Dukungan terhadap pengembangan koperasi juga disampaikan oleh perwakilan Koramil Rawajitu. Sementara itu, perwakilan Polsek Rawajitu menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

 

PERPADI Bahas Mekanisme Penyerapan Gabah

 

Ketua DPC PERPADI Kabupaten Tulang Bawang, H. Asnawi, memaparkan sejumlah mekanisme yang dibahas sebagai dasar koordinasi antara KDMP dan PERPADI dalam penyerapan gabah petani.

 

Dalam skema tersebut, KDMP melakukan pendataan anggota, luas lahan, dan perkiraan waktu panen. Informasi itu selanjutnya disampaikan kepada PERPADI untuk membantu perencanaan penyerapan sesuai kondisi dan kesiapan panen di lapangan.

 

Petugas lapangan atau field officer (LO) dari PERPADI direncanakan melakukan pengecekan kondisi gabah yang akan dipanen serta mengawasi kualitas pada saat penimbangan. Adapun pengaturan alat panen dapat dilakukan oleh LO maupun KDMP berdasarkan kesepakatan bersama.

 

Dalam musyawarah tersebut juga dibahas jasa koordinasi bagi KDMP sebesar Rp50 per kilogram gabah untuk penyiapan gabah hingga siap dimuat. Sementara itu, biaya tenaga kerja pemuatan dan transportasi menuju penggilingan direncanakan menjadi tanggungan pihak pembeli atau penggilingan.

 

Kejelasan harga pembelian, kualitas gabah, dan pembagian tanggung jawab operasional menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan kerja sama dapat berjalan transparan dan memberikan kepastian kepada pihak-pihak yang terlibat.

 

Persaingan Harga dan Utang Petani kepada Tengkulak Jadi Perhatian

 

Dalam sesi musyawarah, Andi Kona, anggota BPD Kampung Karya Cipta Abadi, mengangkat persoalan persaingan harga gabah antara skema pembelian melalui KDMP dan PERPADI dengan harga yang ditawarkan tengkulak.

 

Ia juga menyoroti kondisi petani yang telah memiliki utang atau ikatan transaksi dengan tengkulak. Persoalan tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan penyerapan gabah karena keputusan petani untuk menjual hasil panen tidak selalu hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga dapat berkaitan dengan kewajiban yang telah disepakati sebelumnya.

 

Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam penyusunan mekanisme kerja sama. Selain harga yang kompetitif, kepastian pembelian, kejelasan pembayaran, serta keterbukaan ketentuan transaksi perlu menjadi perhatian agar petani dapat memahami pilihan pemasaran hasil panennya.

 

Sementara itu, penanganan petani yang masih memiliki kewajiban kepada tengkulak perlu mempertimbangkan kesepakatan yang telah dibuat dan kondisi masing-masing pihak. Koordinasi antara petani, KDMP, PERPADI, dan pihak terkait diperlukan agar kerja sama dapat diterapkan sesuai keadaan di lapangan.

 

Persoalan yang diangkat dalam musyawarah tersebut menjadi masukan penting bagi pembahasan mekanisme penyerapan gabah selanjutnya. Kejelasan strategi harga dan solusi bagi petani yang telah memiliki ikatan transaksi diharapkan dapat membantu membangun kepercayaan serta mendukung pelaksanaan kerja sama secara berkelanjutan.

 

Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Pertanian

 

Musyawarah koordinasi ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah kecamatan, KDMP, dan PERPADI dalam mengoptimalkan potensi pertanian di Rawajitu Selatan.

 

Melalui pendataan panen yang lebih teratur, pengawasan kualitas gabah, serta mekanisme harga dan pembagian tanggung jawab yang jelas, penyerapan hasil panen diharapkan dapat berjalan lebih terorganisasi.

 

Sinergi antara koperasi dan pelaku usaha penggilingan padi diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih baik bagi petani sekaligus memperkuat perekonomian kampung.

 

Keberhasilan kerja sama tersebut akan bergantung pada kejelasan pelaksanaan, koordinasi antar pihak, dan kemampuan merespons persoalan yang dihadapi petani. Dengan demikian, penguatan KDMP dan kerja sama dengan PERPADI diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan sektor pertanian di Kecamatan Rawajitu Selatan.

 

Rilis : Andi Nursafaat & tim kabiro tulang bawang

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA