Sumut – KPKtipikor.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membangun saluran irigasi pertanian yang telah bertahun-tahun rusak akibat longsor.
Pembangunan saluran irigasi pertanian tersebut di Dusun Sibuntuon, Nagori (Desa) Pinang Ratus, Kecamatan Jorlang Hantaran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Kepala tukang, Marga Sinaga mengatakan, “Pengerjaan pembangunan saluran irigasi pertanian sudah berlangsung hampir di bulan, dan saat ini pasa tahap pemasangan kerangka besi pada bangunan,” ujar Sinaga kepada media ini dilokasi.
Sinaga menjelaskan, saat ini sudah tahap pemasangan kerangka besi saluran irigasi (talang air) sepanjang kurang lebih 100 meter.
Kendala yang dihadapi, tingkat curam longsor yang lumayan dalam, sehingga butuh waktu pengerjaannya dengan hati-hati, supaya bangunan ini nanti dapat berfungsi dengan baik,” kata Sinaga.
Sementara itu, pihak rekanan bermarga Sinaga ketika ditanyakan media ini terkait progres pengerjaan mengatakan, agar menanyakan langsung ke pihak BPDB selaku penanggung jawab kegiatan.
“Kalau terkait progress kegiatan susah berapa persen, saya tidak dapat menyimpulkan, sebaiknya tanyakan aja langsung ke pihak BPBD selaku penanggungjawab kegiatan,” ucap Sinaga.
Terpisah, Kepada Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Simalungun, Rudi Saragih ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengatakan, “Progress pengerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 35 persen,” ujar Rudi, Selasa (14/07/2026).
Ketika ditanyakan terkait plank kegiatan tidak menyertakan besaran pagu anggaran, Rudi menjelaskan, jika proyek BPBD tidak dapat menetapkan pagu anggaran di plank kegiatan karena itu sifatnya ditampung melalui BTT ( Belanja Tak Terduga) namun ada kesepakatan nilai kontrak.
Saat ditanyakan besaran nilai kontrak yang telah disepakati dengan pihak rekanan, Rudi mengatakan “Sekitar Rp 2,6 milliar dan ditargetkan rampung bulan Oktober mendatang” ungkap Rudi Saragih.
Kepala Dusun Sibuntuon, Nova Sitorus mengatakan, sangat mengapresiasi pembangunan saluran irigasi tersebut, karena sudah lama diharapkan masyarakat.
“Akibat saluran itu longsor, masyarakat jadi beralih pola tanaman padi ke jagung, karena air sudah sudah tidak ada ke persawahan, semoga setelah diperbaiki, puluhan hektar area persawahan nantinya kembali ke tanaman padi,” ungkapnya.
Amatan media ini di plank kegiatan tertulis,
Pemerintah Kabupaten Simalungun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kegiatan penanggulangan bencana alam longsor pada saluran daerah irigasi Sibuntuon , Nagori Pinang Ratus, nomor sppbj-p31/ppk-btt-res/IV/29.3/2026, kontraktor CV anggun, masa pelaksanaan 180 hari kalender.
Wartawan Simalungun
Alex Gultom
Tidak ada komentar