Kolaborasi Banzas, Kepolisian, dan LBH: Merajut Asa Kemandirian Ekonomi Warga Desa Genteng Kulon

waktu baca 2 menit
Minggu, 11 Okt 2026 09:02 6 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

BANYUWANGI — Haru dan syukur terpancar jelas dari wajah Margianti, seorang warga Dusun Maron RT 005/RW 001, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Pada Sabtu (10/10/2026), kediamannya didatangi oleh rombongan lintas sektoral yang membawa harapan baru bagi kelangsungan usaha kecilnya berupa bantuan modal UMKM dari Banzas.

Penyerahan bantuan ini menjadi potret nyata kuatnya kolaborasi sosial di Banyuwangi. Ketua Banzas, Tony, tidak datang sendiri. Langkahnya didampingi oleh elemen keamanan, hukum, dan penggiat sosial. Kehadiran Kapolsek Genteng Kompol Khoirul Anwar, Ketua LBH Gadjah Madha Indonesia Danny Hendro Saputro, S.H., M.H., serta perwakilan Divisi Sosial SPMB, Anwar dan Digo, menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah tanggung jawab bersama.

Dalam sambutannya, Tony menyampaikan pesan agar bantuan tersebut tidak sekadar dilihat sebagai dana cuma-cuma, melainkan sebagai kail untuk mencapai kemandirian. “Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Ibu Margianti untuk mengembangkan usahanya. Tujuannya agar ini mampu menopang perekonomian keluarga secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Kehadiran jajaran Polsek Genteng dalam acara ini juga menegaskan fungsi kepolisian yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada aspek humanis dan kesejahteraan warga. Kompol Khoirul Anwar secara khusus mengapresiasi inisiatif Banzas yang menggandeng LBH dan komunitas SPMB. Ia menilai, gotong royong antarlembaga seperti ini adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan yang berakar dari kesejahteraan ekonomi warganya.

Dukungan dari SPMB yang senantiasa aktif memantau kesejahteraan warga kurang mampu, serta pengawalan dari LBH Gadjah Madha Indonesia, memastikan bahwa penyaluran bantuan tepat sasaran dan transparan.

Bagi Margianti, bantuan ini lebih dari sekadar materi; ini adalah bentuk kepedulian nyata dari lingkungan sekitarnya. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan yang diinisiasi atas dasar kemanusiaan ini pun berakhir dengan penuh kehangatan, aman, dan tertib. Sumber berita: (Red Dwipan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA