Kemeriahan Pawai Karnaval Budaya Lokal di Tegal Harjo Kecamatan Glenmore Banyuwangi di Padati Masyarakat dan Pedagang UMKM

waktu baca 2 menit
Minggu, 20 Sep 2026 12:21 9 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

TEGALHARJO – 19/09/2026, Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bergema kuat di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore. Masyarakat tumpah ruah memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan pawai budaya lokal yang mengusung pesan kuat tentang pelestarian tradisi dan pesan moral untuk bangsa.

 

Pawai Budaya ini di padati Ribuan warga, ta kala Peserta Pawai dari setiap RW, dan RT Pun luar biasa antusias Memperingati Hari (HUT) Kemerdekaan RI yang Ke 81, semoga di tahun yang akan datang lebih Meria dari Tahun – tahun sebelumnya, uangkap salah satu warga.

 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tegalharjo, Andre, bersama jajaran perangkat desa serta dukungan penuh dari aparat TNI.

 

Di tengah kemeriahan acara, Kades Andre tampil penuh antusias, terutama menyuarakan dukungan terhadap pawai bertema “Berantas Korupsi”.

 

“Tikus-tikus korupsi harus secepatnya diberantas hingga akar-akarnya agar masyarakat bisa sejahtera. Di momen kemerdekaan ke-81 RI ini, kita juga tidak boleh sekali-kali melupakan jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita demi membela tanah air,” ujar Andre di sela-sela kegiatan.

 

Selain mempererat rasa nasionalisme dan melestarikan seni budaya lokal, pawai ini membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Para pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati area sekitar jalur pawai dan meraih keuntungan dari tingginya antusiasme penonton.

 

Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi turut hadir memberikan dukungan, di antaranya:

 

Rizal, Ketua Ormas Balawangi Berserta Anggota.

 

Abi Abain, Ketua Komunitas IWB (Info Warga Banyuwangi) Berserta Anggota.

 

Jaka Adi Saputra, S.H., Ketua Media KPK TIPIKOR, Berserta Anggota

 

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan sinergi yang erat antara pemerintah desa, aparat, elemen masyarakat, serta media dalam mengawal kemajuan desa, menjaga kelestarian budaya, dan menyuarakan semangat antikorupsi di Banyuwangi. Sumber berita: (Red Dwipan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA