Ironi Aset Daerah: Kantor Terminal Rogojampi Terbengkalai, Satu Ruangan Justru Jadi Gudang Roti

waktu baca 2 menit
Minggu, 11 Okt 2026 08:41 5 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

BANYUWANGI, ROGOJAMPI (10/10/2026) – Fasilitas publik yang semestinya melayani mobilitas warga kini berubah wujud menjadi ruang kosong yang muram. Kantor Terminal Rogojampi, Banyuwangi, dilaporkan dalam kondisi terbengkalai dan sepi penghuni. Ironisnya, di tengah absennya pelayanan, salah satu ruang di fasilitas negara tersebut justru dimanfaatkan sebagai tempat operasional distributor roti.

Temuan ini diungkapkan oleh aktivis Banyuwangi, Lezen (Mbah Geger), beserta tim investigasinya yang terdiri dari Mad Asnari dan Heri Setiawan, saat meninjau lokasi pada Sabtu (10/10/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk keresahan warga atas wajah fasilitas publik yang sangat bertolak belakang dengan slogan Banyuwangi “Hijau dan Bersih”.

“Kami tidak menemukan satu pun petugas dinas terkait yang berjaga di dalam kantor. Bangunan melompong. Yang sangat memprihatinkan, ada satu kantor yang malah dikontrakkan untuk tempat sales roti. Ini aset daerah, bagaimana pengawasannya?” ungkap Mbah Geger.

Temuan ini memicu diskusi terbuka antara tim aktivis, warga setempat, dan perwakilan lembaga masyarakat di pelataran terminal. Dalam diskusi tersebut, warga menyuarakan kekecewaan yang mendalam atas pembiaran aset senilai ratusan juta rupiah tersebut.

Warga mendesak agar Kantor Terminal Rogojampi segera direvitalisasi dan difungsikan kembali. Jika secara tata ruang sudah tidak relevan sebagai terminal angkutan, warga mengusulkan agar kawasan tersebut diubah menjadi fasilitas yang lebih bermanfaat, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau fasilitas pelayanan masyarakat lainnya.

Terkait temuan ini, masyarakat menuntut jajaran DPRD, Bupati, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi untuk segera turun tangan. “Kami minta pihak terkait segera sidak. Jangan hanya duduk menerima laporan di belakang meja. Turun dan lihat sendiri kondisinya. Jangan sampai narasi kota bersih dan hijau hanya omong kosong ketika fasilitas umumnya dibiarkan mangkrak,” pungkasnya. Sumber berita: (Red Dwipan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA