Saumlaki, kpktipikor.id –Dukungan terhadap pengembangan Pulau Selaru sebagai kawasan strategis penopang operasional Blok Abadi Masela terus menguat. Masyarakat pun diajak untuk memahami secara utuh proses perjuangan yang telah dilakukan sejak awal, termasuk berbagai langkah yang ditempuh di tingkat pemerintah pusat.
Tokoh muda Tanimbar, Doljer Unawekla, menyampaikan apresiasi kepada Lukas Uwuratuw, sesepuh Tanimbar, Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) periode 2001 – 2006, sekaligus putra asli Selaru, yang dinilai telah membuka jalan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait pengembangan kawasan strategis di Pulau Selaru.
Menurut Doljer, pertemuan antara Lukas Uwuratuw dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada April 2025 menjadi salah satu langkah awal yang penting dalam memperjuangkan perhatian pemerintah terhadap potensi Selaru.
”Pertemuan Bapak Lukas Uwuratuw dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada April 2025 menjadi salah satu langkah awal yang penting. Kemudian pada Mei 2025, utusan Menteri ESDM yang merupakan tenaga ahli menteri langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan,” ujar Doljer.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk melihat perjuangan tersebut secara objektif dan menghargai setiap upaya yang dilakukan berbagai pihak demi kemajuan daerah.
”Mari kita melihat perjuangan ini secara objektif. Jangan sampai muncul anggapan bahwa ada perjuangan yang hanya untuk kepentingan tertentu. Ini adalah perjuangan untuk semua masyarakat,” katanya.
Doljer menegaskan bahwa setiap orang memiliki ruang untuk berjuang sesuai kapasitas dan perannya masing-masing. Namun, ia berharap tidak ada sikap saling menjatuhkan maupun prasangka negatif terhadap upaya menghadirkan hilirisasi industri petrokimia di Pulau Selaru serta pengembangan shorebase sebagai pusat logistik pendukung Blok Masela.
”Perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata, melainkan perjuangan kolektif demi masa depan masyarakat Selaru, Tanimbar, dan Maluku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Doljer mengingatkan agar berbagai persoalan yang pernah terjadi di sejumlah daerah terkait lahan, tenaga kerja, maupun aspek sosial lainnya tidak terulang di Selaru. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mulai mempersiapkan diri melalui dialog, musyawarah, dan semangat kebersamaan.
”Kita harus berpikir bersama, kompak, dan menjaga persatuan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dari Selaru untuk Tanimbar, Tanimbar untuk Maluku, dan Maluku untuk Indonesia,” pungkasnya.
Tidak ada komentar