Bengkulu Utara, Kpktipikor.id – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, turun langsung memimpin kegiatan gotong royong pemasangan bronjong penguat tanggul irigasi di aliran Sungai Lais, Rabu (28/10). Langkah nyata ini dilakukan untuk menjaga pasokan air bagi areal persawahan di tiga desa sekaligus: Desa Gunung Selan, Kalbang, dan Taba Baru.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat dan kelompok tani setempat.
Sungai Lais menjadi urat nadi pertanian bagi warga di ketiga desa tersebut, mengairi lahan persawahan seluas sekitar 45 hektare. Selama ini, kerusakan tanggul dan pengikisan tebing sungai sering mengancam saluran irigasi, membuat pasokan air tidak lancar dan membahayakan hasil panen petani. Dengan terpasangnya bronjong ini, tanggul akan lebih kokoh, aliran air tetap terjaga, dan lahan pertanian pun aman.
“Swasembada pangan bukan sekadar program pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua. Jika petani sejahtera dan lahan pertanian terjaga, maka ketersediaan pangan bagi masyarakat akan terjamin,” ujar Bupati Arie Septia Adinata.
Ia berharap fasilitas yang dibangun dapat dijaga bersama. “Semoga bronjong ini menjaga saluran air petani kita, sehingga 45 hektar sawah ini terus berproduksi maksimal dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani. Bengkulu Utara yang maju dan mandiri dimulai dari desa desa yang mandiri dan produktif,” tambahnya.
Kehadiran pemerintah daerah disambut hangat oleh masyarakat. Kepala Desa Kalbang, Edi Susanto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.
“Atas nama seluruh masyarakat Desa Kalbang, Gunung Selan dan Taba Baru, terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati beserta jajaran. Selama ini kami sering kesulitan pengairan yang berdampak pada hasil panen. Bapak Bupati turun langsung bekerja bersama kami, ini sangat memotivasi kami. Semoga irigasi ini membawa kemajuan bagi petani di ketiga desa kami,” ungkapnya tulus.
Warga setempat pun menyambut baik langkah ini. Kehadiran pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi membangkitkan semangat baru untuk terus bekerja keras dan meningkatkan hasil pertanian di Bengkulu Utara. Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan menjadi pondasi kuat mewujudkan swasembada pangan nasional, sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. (DF)
Tidak ada komentar