BPBD BULUKUMBA DAN LURAH TANUNTUNG TINJAU TANGGUL PANTAI PATTINOANG AMBRUK TERJANG OMBRA*

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Jun 2026 05:17 9 Admin KPK

BPBD BULUKUMBA DAN LURAH TANUNTUNG TINJAU TANGGUL PANTAI PATTINOANG AMBRUK TERJANG OMBRA*

 

BULUKUMBA – KPK Tipikor Id BPBD Kabupaten Bulukumba bersama Lurah Tanuntung meninjau tanggul penahan abrasi yang rusak/ambruk di Pesisir Pantai Pattinoang/Alorang, Kelurahan Tanuntung, Rabu 18/6/2026 pukul 16.40 WITA. Tanggul jebol akibat diterpa ombak besar beberapa hari terakhir.

 

Peninjauan langsung dilakukan tim BPBD dan aparat kelurahan setelah menerima laporan warga. Lokasi kerusakan berada di bibir pantai yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga dan akses jalan utama.

 

Pantauan di lapangan, panjang tanggul yang ambruk mencapai puluhan meter. Kondisi ini menyebabkan air laut mulai masuk ke daratan saat pasang tinggi dan mengancam rumah warga pesisir.

 

Lurah Tanuntung menyampaikan abrasi di wilayah Pattinoang/Alorang sudah terjadi sejak lama. Intensitas gelombang tinggi belakangan memperparah kondisi dan membuat tanggul yang ada tidak mampu menahan gempuran ombak.

 

“Warga sudah resah karena bibir pantai terus terkikis. Beberapa rumah jaraknya tinggal beberapa meter dari laut,” ujar Lurah Tanuntung saat mendampingi tim BPBD di lokasi.

 

BPBD Bulukumba mencatat kejadian ini sebagai bencana abrasi. Tim segera melakukan pengukuran, pemetaan titik rawan, dan pendataan warga terdampak untuk bahan usulan penanganan darurat ke Pemkab.

 

Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba menegaskan langkah cepat perlu diambil agar kerusakan tidak meluas. “Kami koordinasikan dengan Pemprov Sulsel untuk pembangunan tanggul permanen. Sementara warga diminta waspada saat cuaca ekstrem,” katanya.

 

Media juga ikut memantau kondisi di lapangan. Tim Redaksi KPKtipikor turun langsung ke pesisir Pattinoang untuk mengumpulkan data dan fakta terkait dampak abrasi terhadap lingkungan dan warga setempat.

 

BPBD mengimbau masyarakat segera melapor jika ada kerusakan tambahan. Peninjauan ini jadi langkah awal mitigasi bencana sebelum memasuki musim gelombang tinggi akhir tahun.

 

Pewarta H Burhanuddin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA