Aktivis Harimau Blambangan M. Yunus Wahyudi Soroti Yayasan Putra Atmajaya Sejahtera Atas Dugaan Potongan Biaya Tinggi 25% Terhadap Program MBG di Desa Karangbendo

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Sep 2026 13:45 53 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Aktivis dari Komunitas Harimau Blambangan Banyuwangi, M. Yunus Wahyudi, menyuarakan keprihatinannya terkait dugaan praktik pemotongan anggaran operasional yang sangat tinggi pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

 

M. Yunus Wahyudi menilai bahwa program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto pada dasarnya merupakan program yang sangat baik dan bermanfaat bagi kesejahteraan serta pemenuhan gizi siswa sekolah. Namun, ia menduga pelaksanaan di lapangan mengalami hambatan akibat adanya potongan biaya yang membebani unit penyedia makanan.

 

“Program dari Presiden ini sangat bagus untuk membantu anak-anak sekolah. Namun, di lapangan, seperti di Karangbendo Rogojampi, pengelola dapur merasa tertekan karena adanya dugaan pemotongan dana tinggi sebesar 25 persen oleh pihak Yayasan Putra Atmajaya Sejahtera asal Surabaya,” ujar Yunus kepada wartawan.

 

Menurut Yunus, potongan anggaran yang cukup besar tersebut berpotensi menurunkan kualitas layanan dan masakan bagi para siswa. Ia juga menyebutkan bahwa pihak yayasan dinilai minim dalam melakukan kontrol operasional harian, seperti pengawasan kebersihan fasilitas maupun pengawasan kualitas masakan.

 

“Dampaknya porsi atau kualitas sajian bisa berkurang. Jika terdapat banyak titik pelayanan di Banyuwangi, potensi dana yang terpotong menjadi sangat signifikan. Oleh karena itu, kami berharap pihak-pihak terkait dapat segera melakukan penertiban dan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.

 

Asas Berimbang dan Hak Jawab

 

Prinsip dasar kode etik jurnalistik mengamanatkan keterbukaan dan konfirmasi dari seluruh pihak yang disebut (cover both sides). Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pengurus Yayasan Putra Atmajaya Sejahtera Surabaya guna mendapatkan klarifikasi dan konfirmasi resmi mengenai tuduhan pemotongan dana tersebut.

 

Pihak dinas terkait dan penanggung jawab teknis program MBG di wilayah Banyuwangi juga sedang dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan mitra yayasan di lapangan agar penyaluran gizi kepada para siswa dapat berjalan secara lancar optimal dan transparan. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA