KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
SURABAYA — Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di Jawa Timur ditandai dengan langkah konkret penguatan sinergi antara elemen pemuda, aparat keamanan, dan pemerintah daerah. Sebanyak 5.000 mahasiswa dan santri dari berbagai daerah memadati Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, pada Rabu (28/10/2026) dalam Konsolidasi Akbar Mahasiswa, Pemuda, dan Santri Jawa Timur 2026.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan panggung penegasan komitmen generasi muda dalam merespons tantangan zaman—mulai dari ancaman perpecahan sosial, penyalahgunaan narkoba, hingga derasnya arus disinformasi media sosial.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Adhy Karyono, menyoroti pentingnya menjaga iklim kebebasan berpendapat dan daya kritis mahasiswa tanpa mengorbankan stabilitas kawasan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal lumrah yang harus dikelola secara bijaksana.
“Janganlah berhenti untuk kritis, tetapi tetap solutif. Perbedaan harus kita sikapi dengan bijak, tetapi kita tetap harus menjaga persatuan,” kata Adhy Karyono di hadapan ribuan peserta.
Pesan tersebut selaras dengan imbauan Ketua Cipayung Plus Jawa Timur, Hendra Prayogi. Ia mengingatkan bahwa ketahanan informasi merupakan salah satu pilar utama persatuan di era digital.
“Kami mengajak seluruh pemuda untuk sama-sama menghindari hoaks dan lain sebagainya. Ini poin-poin inti dari kegiatan ini, selain komitmen kami untuk menjaga persatuan sebagaimana yang sudah kami laksanakan dalam deklarasi,” tutur Hendra.
Dari kacamata ketertiban dan keamanan wilayah, Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto optimistis bahwa kolaborasi aktif antara mahasiswa, santri, dan jajaran Forkopimda akan menjadi fondasi kuat untuk menjaga kelancaran pembangunan Jawa Timur menuju Indonesia Emas 2045. Sumber berita: (Red Jaskurnia)
Tidak ada komentar