KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
JEMBER — Ratusan pohon kakao yang tak lagi berbuah optimal menjadi saksi bisu aksi masyarakat Desa Piting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, pada Rabu (7/10/2026). Merasa prihatin dengan lahan perkebunan yang dinilai tak lagi terurus, warga setempat memutuskan untuk turun ke lahan milik PTPN 1 Regional 5 guna menyuarakan aspirasi mereka.
Aspirasi tersebut diwujudkan melalui pemasangan spanduk di area perkebunan. Warga berharap, lahan yang sudah tidak memberikan hasil panen tersebut dapat dialihkelolakan kepada masyarakat agar kembali produktif dan mampu menopang perekonomian desa.
Ketua Serikat Tani Independen (SEKTI), Pak Linggar, yang turut mendampingi warga, menjelaskan bahwa langkah ini bukanlah tindakan tanpa alasan. Menurutnya, potensi agraris di desa tersebut terbuang sia-sia akibat status lahan yang dibiarkan terbengkalai.
“Buah cokelatnya sudah tidak bisa dipanen. Daripada lahan ini mati, sudah saatnya masyarakat yang mengambil alih pengelolaannya. Ini sejalan dengan cita-cita Reforma Agraria,” tegas Linggar. Aksi ini juga mendapat dukungan solidaritas dari warga desa tetangga.
Menariknya, aksi yang melibatkan banyak massa ini tidak diwarnai ketegangan. Petugas keamanan dan perwakilan PTPN 1 Regional 5 terlihat berada di lokasi, mengawal dan memantau jalannya kegiatan penyampaian aspirasi warga dengan damai. Sumber berita: (Red Jaskurnia)
Tidak ada komentar