Surabaya, KPKtipikor.id – Danramil Simokerto yang baru Mayor Inf Muh Sidkon menggantikan Letkol Arm (Pur) Imam Subandi melakukan upaya guna memperkuat sinergitas antara TNI, Pemerintah, Kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat Danramil mengajak agar untuk terus dilakukan guna menciptakan wilayah aman, guyub rukun dan kondusif.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Koramil 0830-07/Simokerto bersama APEM, Tokoh Agama (TOGA), Tokoh Masyarakat (TOMAS), serta Keluarga Besar TNI (KBT) di wilayah Kecamatan Simokerto, Surabaya tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat antara aparat kewilayahan dengan seluruh komponen masyarakat.
Komsos di laksanakan di Mako Koramil Simokerto pada Sabtu (12/09/2026).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Danramil 0830-07/Simokerto Mayor Inf Muh Sidkon beserta istri, Anggota Koramil, Ibu Ibu Persit, Camat Simokerto Noervita Amin, SH., M.Si., jajaran Satpol PP Kecamatan Simokerto, SPPG Simokerto, Polsek Simokerto yang diwakili Iptu Dwi Ady, KUA Simokerto, Lurah Kapasan, juga sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama.
Suasana kegiatan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan.
Forum tersebut dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi, menyampaikan berbagai persoalan, gagasan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.
Danramil 0830-07/Simokerto Mayor Inf Muh Sidkon dalam kesempatan tersebut memperkenalkan diri sebagai pejabat sementara sekaligus menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang intensif dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberadaan TNI di wilayah bukan hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan warga Surabaya, khususnya masyarakat Kecamatan Simokerto.
Kerukunan antarwarga, lanjutnya, harus terus dipelihara tanpa melihat perbedaan latar belakang. Tokoh masyarakat dan tokoh agama dinilai memiliki peran penting dalam menjaga suasana kehidupan bermasyarakat agar tetap harmonis.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Mari kita jalin kerukunan antar sesama, baik antara tokoh masyarakat, tokoh agama maupun seluruh masyarakat di wilayah Simokerto,” pesan Mayor Inf Muh Sidkon.
Ia juga berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di masyarakat diharapkan dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama sejak dini.
Menurutnya, keberadaan tokoh masyarakat, tokoh agama, aparatur pemerintah dan aparat keamanan merupakan bagian penting dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Camat Simokerto Noervita Amin, SH., M.Si., menegaskan pentingnya kekompakan seluruh unsur yang ada di wilayah Kecamatan Simokerto.
Ia berharap sinergitas tiga pilar, yakni pemerintah kecamatan, TNI dan Polri, dapat terus diperkuat dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Harapannya tiga pilar semakin kompak dan bersama-sama menjaga keamanan di wilayah Simokerto. Dengan kekompakan seluruh unsur, berbagai persoalan yang muncul di masyarakat bisa kita hadapi secara bersama-sama,” ujarnya.
Camat juga menilai komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Para tokoh tersebut memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.
Kegiatan Komsos ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan wilayah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sinergitas tersebut diharapkan dapat melahirkan lingkungan yang aman, nyaman dan harmonis.
Terlebih, Kecamatan Simokerto merupakan salah satu wilayah perkotaan dengan dinamika masyarakat yang cukup beragam.
Karena itu, komunikasi, toleransi dan semangat gotong royong menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Koramil 0830-07/Simokerto bersama jajaran pemerintah kecamatan, Polsek, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen lainnya berkomitmen untuk terus membangun komunikasi serta kebersamaan.
Semangat “TNI bersama rakyat” diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kehadiran dan kepedulian aparat di tengah masyarakat.
Dengan terjalinnya hubungan yang semakin erat antara aparat dan masyarakat, diharapkan Kecamatan Simokerto mampu terus menjaga persatuan, kerukunan, keamanan dan ketertiban, sebagai bagian dari upaya bersama membangun Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang maju, aman dan harmonis.(Haryo)
Tidak ada komentar