*SIJUNJUNG – Silantai, http://kpktipikor.id* – Dalam rangka memperingati *World Tourism Day (Hari Pariwisata Dunia) 27 September 2026*, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat akan menggelar kegiatan eksplorasi wisata unggulan dengan tema internasional *”Tourism and Digital Transformation / Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism”*.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari *Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Geopark Ranah Minang Silokek, MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) Kabupaten Sijunjung, dan PERPIGI (Perhimpunan Geowisata Indonesia)*. Sinergi ini menunjukkan keseriusan Sijunjung dalam mengembangkan pariwisata berbasis digital dan sejarah.
Fokus eksplorasi tahun ini akan mengeksplor dua destinasi ikonik di *Nagari Silantai*:
*1. Wisata Alam Batu Suduang*
Wisata alam dengan jembatan kayu yang eksotis, aliran sungai jernih di antara bebatuan besar, serta hutan yang masih asri. Batu Suduang menjadi contoh wisata alam berkelanjutan yang kini mulai diintegrasikan dengan promosi digital.
*2. Rumah Perjuangan dan Monumen Sidang Kabinet Lengkap PDRI 14-17 Mei 1949 di Silantai*
Destinasi wisata sejarah yang sangat monumental. Di sinilah pernah berlangsung Sidang Kabinet Lengkap Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menjadi tonggak penting mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Monumen PDRI di Silantai adalah bukti nyata peran Sijunjung dalam sejarah nasional.
Kegiatan akan dilaksanakan pada:
*Hari / Tanggal : Minggu, 27 September 2026*
*Jam : 09.00 WIB Sampai Selesai*
*Lokasi : Wisata Alam Batu Suduang dan Rumah Perjuangan PDRI Nagari Silantai*
Dengan mengusung tema transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), World Tourism Day di Sijunjung tahun ini diharapkan mampu mendesain ulang (redesign) pariwisata Sijunjung agar lebih dikenal di kancah nasional dan internasional melalui platform digital.
> “Melalui World Tourism Day ini, kita ingin menunjukkan bahwa Sijunjung tidak hanya kaya akan wisata alam, tetapi juga kaya akan nilai sejarah perjuangan bangsa. Dengan digitalisasi, Batu Suduang dan Monumen PDRI Silantai harus viral dan mendunia,” ujar panitia pelaksana dari MASATA Sijunjung.
Kegiatan ini terbuka untuk umum, pegiat wisata, content creator, dan masyarakat yang ingin bersama-sama mempromosikan Geopark dan wisata sejarah Sijunjung.
*Mardius,C.JI.,C.LWI*
Tidak ada komentar