Dinilai Cacat Legitimasi, Pendiri Aliansi AMPERA Yason Gea Sesalkan Evaluasi Pengurus Sepihak

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 17:43 8 Korwil Nias

Gunungsitoli, kpktipikor.id (19-09-2026)

Salah satu Pendiri sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjend) Aliansi AMPERA, Yason Gea, angkat bicara terkait dinamika internal yang tengah terjadi di tubuh organisasi.

Ia menyesalkan adanya agenda evaluasi kepengurusan baru-baru ini yang dinilai berjalan secara sepihak, tertutup, dan mengabaikan etika berorganisasi.

Yason menegaskan bahwa Aliansi AMPERA didirikan di atas fondasi komitmen, nilai-nilai bersama, dan sejarah perjuangan yang digagas oleh para pendiri awal. Oleh karena itu,

pengambilan keputusan strategis—termasuk evaluasi kepengurusan—seharusnya menghormati sejarah dan marwah organisasi.

“Sangat disayangkan, agenda evaluasi pengurus baru-baru ini berjalan tanpa melibatkan dan tanpa mengundang pihak pendiri awal aliansi. Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap etika berorganisasi, asas transparansi, dan rasa hormat terhadap sejarah berdirinya aliansi AMPERA,” ujar Yason Gea dalam keterangan tertulisnya.

Keputusan Dianggap Cacat Legitimasi

Menurut Yason, proses evaluasi yang dilakukan secara sepihak dan tertutup hanya akan melahirkan keputusan yang cacat legitimasi serta berpotensi merusak soliditas internal. Ia mengingatkan bahwa organisasi ini bukan milik kelompok tertentu yang kebetulan sedang memegang jabatan.

“Kami menegaskan bahwa aliansi bukan milik segelintir pengurus yang sedang menjabat, melainkan sebuah gerakan bersama yang memiliki akar sejarah. Setiap upaya untuk meminggirkan peran pendiri awal adalah bentuk pengabaian terhadap marwah organisasi,” cetusnya secara lugas.

 

Meski melayangkan kritik keras terkait prosedur organisasi, Yason menyatakan bahwa pihak pendiri tidak memiliki ambisi pribadi dan bersikap legowo terhadap siapapun yang memimpin ke depan. Fokus utama pendiri adalah memastikan organisasi tetap berjalan di jalur perjuangan rakyat.

“Kita legowo dan tidak ambisi. Siapapun yang meneruskan perjuangan dalam konteks berpihak kepada kepentingan rakyat, kita dukung,” tutur Yason.

Namun, ia kembali menggaris bawahi bahwa pembenahan tata kelola organisasi harus tetap dilakukan secara inklusif.

Pihaknya sangat menyesalkan keputusan yang diambil terlalu dini tanpa membuka ruang dialog dengan elemen-elemen kunci AMPERA.

“Namun kali ini kita sangat sesalkan pengambilan keputusan yang sepihak dan terlalu dini tanpa melibatkan pengurus inti, pendiri, dan anggota. Pada prinsipnya, kita tetap dukung siapapun itu (yang memimpin),” pungkasnya.

(Antonius Laia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA