Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Kapolda Jatim Tekankan Pentingnya Riset Benih Unggul saat Panen Jagung di Banyuwangi

waktu baca 3 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 12:12 9 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya berfokus pada hasil panen saat ini, tetapi juga pada pengembangan inovasi pertanian masa depan. Hal tersebut mengemuka dalam Panen Raya Jagung Kuartal III Tahun 2026 yang berlangsung di Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bumi, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jumat (11/9/2026).

Pada kegiatan yang mengusung tema “Kedaulatan Pangan Martabat Bangsa” ini, sekitar 20 hektare lahan jagung varietas Bhayangkara resmi dipanen dari total 150 hektare kawasan Green Farm Banyuwangi. Jagung yang ditanam sejak 22 Mei 2026 tersebut dipanen setelah masa tanam 112 hari, dengan estimasi produktivitas mencapai 8 hingga 10 ton per hektare.

Kapolda Jawa Timur menegaskan bahwa kawasan Green Farm memiliki potensi strategis yang tidak sekadar menjadi pusat produksi, melainkan juga wadah riset dan pengembangan (R&D) benih berteknologi tinggi.

“Kita tidak boleh cepat puas dengan capaian yang ada saat ini, melainkan harus terus melakukan pengembangan. Harapannya, hasil pertanian ke depan dapat jauh lebih optimal,” ujar Kapolda Jatim di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, muara dari inovasi riset tersebut adalah tersedianya benih bermutu tinggi yang adaptif terhadap karakteristik lahan lokal. Menurutnya, distribusi benih unggul secara merata akan berdampak langsung pada kenaikan taraf hidup para petani.

“Jika hasil riset ini nantinya disebarluaskan kepada seluruh petani, mereka akan mendapatkan bibit yang benar-benar berkualitas. Langkah ini tentu menjadi dorongan nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Dukungan senada disampaikan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Ia menilai keberadaan pusat riset pertanian di wilayahnya akan menjawab tantangan perubahan iklim dan dinamika sektor pertanian modern.

“Kami sangat mendukung apabila kawasan ini dikembangkan menjadi pusat riset. Kehadiran varietas benih baru yang lebih unggul serta adaptif terhadap kondisi iklim tentu sangat krusial bagi masa depan pertanian kita,” kata Ipuk.

Ipuk juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi siap mendampingi para petani melalui pelatihan budidaya, tata kelola lahan, hingga efisiensi pemupukan. Ia berharap surplus produksi jagung dari Banyuwangi dapat menyokong kebutuhan pasokan pangan di wilayah Jawa Timur lainnya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menggarisbawahi pentingnya keterlibatan berbagai pihak untuk menjamin keberlanjutan program pangan ini. Menurutnya, penguatan sektor hilir dan hulu harus berjalan beriringan.

“Sinergi lintas sektor adalah kunci. Peningkatan volume produksi harus diimbangi dengan perbaikan teknik budidaya dan pengembangan benih, sehingga dampak ekonominya benar-benar dirasakan petani secara berkelanjutan,” jelas Kombes Pol Rofiq.

Kegiatan panen raya ini merupakan bentuk kolaborasi berkelanjutan antara Polda Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Banyuwangi, Kwarda Pramuka Jawa Timur, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, serta jajaran instansi terkait lainnya. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA