Atasi Antrean Ketapang, Dirlantas Polda Jatim Minta Sinergi Semua Pihak dan Pengendara Tertib

waktu baca 3 menit
Minggu, 6 Sep 2026 20:15 16 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

​BANYUWANGI – Penanganan kemacetan kendaraan yang mengular menuju Pelabuhan Ketapang mendapat perhatian khusus dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur. Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu (6/9/2026), Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Rahmat Hakim menegaskan bahwa penyelesaian masalah antrean di kawasan tersebut membutuhkan komitmen dan kontribusi aktif dari seluruh instansi terkait, bukan hanya pihak kepolisian.

​Rahmat menekankan bahwa jajaran Polresta Banyuwangi beserta personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) telah bersiaga penuh selama 24 jam di sepanjang jalur terdampak. Namun, kelancaran arus di pelabuhan sangat bergantung pada kesiapan teknis dan kapasitas kapal penyeberangan yang berada di bawah wewenang otoritas perhubungan dan pengelola pelabuhan.

​”Kepolisian bertugas menjaga dan mengurai arus lalu lintas di jalan raya. Namun, percepatan pergerakan kendaraan masuk ke kapal sangat bergantung pada kesiapan operasional dari Kementerian Perhubungan dan ASDP,” ujar Rahmat.

​Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran kepolisian dan stakeholder terkait, di antaranya:

​Polresta Banyuwangi & Polda Jatim: Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Wadirlantas Polda Jatim AKBP Wawan Andi Susanto, Kabagbinops Ditlantas Polda Jatim AKBP Argo Budi Sarwono, Kasat PJR Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, serta Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol I Gusti Bagus Krisna Fuady.

​Instansi Terkait: Perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Perhubungan, PT ASDP Indonesia Ferry, dan Kementerian Perhubungan.
​Dalam kesempatan tersebut, pihak perhubungan diimbau untuk terjun langsung memantau kondisi di lapangan agar langkah antisipasi dapat diambil secara cepat dan akurat.

​Langkah Konkret dan Imbauan Ketertiban

​Untuk mengurai kemacetan, Ditlantas Polda Jatim mengerahkan sekitar 60 personel BKO serta 30 unit sepeda motor patroli. Pasukan ini dibagi ke dalam empat shif untuk berjaga penuh selama 24 jam. Selain mengatur jalurnya kendaraan, petugas di lapangan juga diprioritaskan untuk mengawal kendaraan darurat seperti ambulans atau warga yang membutuhkan pertolongan medis mendesak.

​Dari aspek penyeberangan, percepatan penguraian diharapkan terwujud melalui penambahan armada kapal serta skema operasional TBB (Tiba Buka Bongkar) oleh ASDP dan Kemenhub.

​Berdasarkan data pantauan di Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, panjang antrean kendaraan terpantau masih naik-turun. Setelah sempat mengular hingga 8–9 kilometer pada malam sebelumnya, ekor antrean sempat menyusut ke angka 1,7 kilometer pada pagi hari, sebelum kembali memanjang melebihi 5 kilometer pada siang hari.

​Selain keterpaduan antar-instansi, kepolisian meminta kerja sama dari para pengguna jalan agar disiplin berada di dalam barisan. Pengendara diingatkan untuk tidak nekad menyerobot jalur berlawanan (ngeblong) karena aksi tersebut berpotensi mengunci arus lalu lintas dari dua arah.

​“Kami minta pengendara tidak ada yang ngeblong. Jika menyerobot, arus dari arah berlawanan akan terkunci total. Apabila ada kondisi darurat, segera sampaikan kepada petugas kami di lapangan. Kami siaga 24 jam untuk melayani masyarakat,” pungkas Rahmat. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA