Pembangunan Jalan Gomo–Idanotae Resmi Dimulai, Puluhan Tahun Impian Masyarakat Mulai Menjadi Kenyataan

waktu baca 5 menit
Jumat, 21 Agu 2026 22:03 18 Korwil Nias

NIAS SELATAN — kpktipikor.id – Impian panjang masyarakat Kecamatan Idanotae untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah puluhan tahun menjadi harapan, pembangunan ruas jalan Gomo–Idanotae resmi memasuki tahap awal melalui kegiatan pematokan yang dipimpin langsung oleh Bupati Nias Selatan, Sòkhiatulò Laia, Jumat (21/8/2026).

 

Pematokan dimulai dari Titik 0 di Desa Botohili, yang menjadi penanda dimulainya salah satu proyek infrastruktur strategis bagi masyarakat di wilayah tersebut.

 

Bagi masyarakat Idanotae, pembangunan jalan ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi. Jalan Gomo–Idanotae merupakan akses vital yang selama ini dinantikan untuk membuka keterhubungan antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Nias Selatan, Kasiaro Ndruru, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Komisi III DPRD Nias Selatan Yurisman Laia, sejumlah anggota DPRD Nias Selatan, Camat Idanotae Sadarmeiman Buulolo, tokoh masyarakat Kecamatan Gomo, para kepala desa, Kepala Puskesmas Idanotae serta insan pers.

 

Apresiasi Masyarakat untuk Pemerintah Daerah

 

Dimulainya pembangunan mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya warga Kecamatan Idanotae yang selama ini berharap adanya perhatian serius pemerintah terhadap kondisi infrastruktur jalan.

 

Mewakili masyarakat Idanotae, Dawido Bawamenewi menyampaikan apresiasi kepada Bupati Nias Selatan Sòkhiatulò Laia bersama Kepala Dinas PUTR Kasiaro Ndruru.

 

Menurutnya, dimulainya pembangunan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

 

“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Nias Selatan Sòkhiatulò Laia dan Bapak Kadis PUTR Kasiaro Ndruru atas kado serta gebrakan baru yang selama ini ditunggu-tunggu dan diimpikan masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Idanotae,” ujar Dawido.

 

Ia berharap pekerjaan dapat berjalan lancar, dikerjakan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan mobilitas, perekonomian serta akses terhadap berbagai pelayanan.

 

Tokoh masyarakat Kecamatan Gomo bersama Ketua Komisi III DPRD Nias Selatan juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut. Masyarakat diminta ikut menjaga kondisi tetap aman dan kondusif serta tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan.

 

Ruas 4,8 Kilometer dengan Anggaran Rp19 Miliar Lebih

 

Kepala Dinas PUTR Nias Selatan, Kasiaro Ndruru, menjelaskan bahwa pembangunan ruas jalan Gomo–Idanotae memiliki panjang sekitar 4,8 kilometer.

 

Ruas tersebut direncanakan menggunakan konstruksi hotmix dengan nilai anggaran mencapai Rp19 miliar lebih, termasuk sejumlah fasilitas pendukung pembangunan.

 

Pemerintah menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 120 hari.

 

Dengan dimulainya pekerjaan tersebut, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah semakin terbuka dan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi dapat memperoleh kemudahan.

 

Bupati: Pembangunan Merupakan Hasil Sinergi Eksekutif dan Legislatif

 

Dalam arahannya, Bupati Nias Selatan Sòkhiatulò Laia menegaskan bahwa pembangunan jalan Gomo–Idanotae merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Nias Selatan sebagai pihak eksekutif dengan DPRD sebagai lembaga legislatif.

 

Menurutnya, dukungan DPRD menjadi salah satu bagian penting dalam proses sehingga pembangunan tersebut dapat direalisasikan.

 

Bupati juga meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, kepala desa dan generasi muda, ikut menjaga suasana tetap kondusif selama pekerjaan berlangsung.

 

“Pelaksanaan pembangunan ini mari kita jaga bersama. Ini sudah menjadi kepentingan kita bersama dan kami berharap peran para tokoh untuk menjaga situasi tetap kondusif dan nyaman,” pesan Sòkhiatulò Laia.

 

Ia mengingatkan agar persoalan di lapangan tidak sampai menghambat proses pembangunan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki pengalaman terhadap pekerjaan pembangunan yang pernah terkendala karena berbagai persoalan sehingga pelaksanaannya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

 

Karena itu, masyarakat diminta menjadikan pembangunan jalan tersebut sebagai kepentingan bersama yang harus dikawal dan dijaga.

 

Diharapkan Menjadi Jalur Strategis hingga Perbatasan Nias

 

Lebih jauh, Bupati Sòkhiatulò Laia menyampaikan bahwa pembangunan ruas Gomo–Idanotae memiliki arti strategis bagi konektivitas wilayah.

 

Jalan tersebut diharapkan dapat menjadi jalur alternatif yang memperpendek akses perjalanan masyarakat. Dengan terbukanya konektivitas tersebut, masyarakat tidak selalu harus menempuh jalur yang lebih jauh melalui Lahusa maupun jalur lainnya.

 

Bupati juga membuka peluang agar pembangunan dapat dilanjutkan hingga mendekati bahkan menembus kawasan perbatasan wilayah Nias.

 

Namun, ia menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan akan sangat bergantung pada keberhasilan pelaksanaan pekerjaan saat ini serta dukungan masyarakat.

 

“Biarkan bukti yang berbicara. Kalau tidak ada masalah, tentu kita berharap pembangunan ini dapat dilanjutkan. Tetapi kalau ada masalah yang menghambat, pembangunan bisa saja dialihkan ke tempat lain,” tegasnya.

 

Pernyataan tersebut menjadi pesan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan pihak pelaksana pekerjaan, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan dukungan masyarakat.

 

Camat Idanotae: Kami Siap Mendukung

 

Camat Idanotae Sadarmeiman Buulolo menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nias Selatan dan seluruh anggota DPRD yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Idanotae.

 

Menurutnya, pembangunan jalan Gomo–Idanotae merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

 

Pemerintah Kecamatan Idanotae bersama masyarakat, kata dia, siap memberikan dukungan penuh agar pembangunan dapat berjalan dengan baik hingga selesai.

 

Dengan dimulainya pematokan dari Titik 0 di Desa Botohili pada Jumat (21/8/2026), pembangunan jalan Gomo–Idanotae kini memasuki babak baru.

 

Bagi masyarakat Idanotae, ruas jalan sepanjang 4,8 kilometer tersebut bukan hanya pembangunan fisik. Jalan itu diharapkan menjadi pintu masuk menuju konektivitas yang lebih baik, memperkuat aktivitas ekonomi, memperlancar akses pelayanan serta membuka peluang pembangunan di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.

 

Puluhan tahun penantian kini mulai menemukan jawabannya.

 

Pematokan telah dimulai. Pekerjaan segera bergerak. Masyarakat pun kini menunggu satu hal terpenting: memastikan jalan yang telah lama diimpikan benar-benar selesai dan memberikan manfaat nyata bagi generasi hari ini maupun generasi yang akan datang.

(Sad)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA