Pasar Murah 50 Ton Digelar di Gomo, Pemerintah Respons Dampak Longsor dan Tekanan Harga Beras

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Agu 2026 20:30 22 Korwil Nias

NIAS SELATAN — kpktipikor.id Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar pasar murah di Kecamatan Gomo, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena berlangsung di tengah kondisi distribusi pangan yang sempat terganggu akibat bencana longsor di wilayah perbatasan Kecamatan Sidua’ori dan Kecamatan Gomo.

 

Pasar murah kali ini menjadi perhatian karena pemerintah menyediakan 50 ton beras untuk membantu masyarakat di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Gomo, Boronadu, Idanotae, Ulu Idanotae, Umbunasi, Mazo, dan Susua.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Selatan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari pasar murah yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Gomo dengan penyediaan sekitar 20 ton beras.

 

Menurutnya, pemerintah kembali menggelar pasar murah setelah bencana alam yang terjadi beberapa hari terakhir berdampak terhadap kondisi masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.

 

“Bulan lalu sudah kita laksanakan pasar murah di Kecamatan Gomo sebanyak 20 ton. Karena beberapa hari lalu terjadi bencana alam, maka Dinas Ketahanan Pangan kembali melaksanakan pasar murah dengan menyediakan 50 ton untuk masyarakat di tujuh kecamatan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dalam sambutannya.

 

Respons Cepat Pemerintah di Tengah Gangguan Distribusi

 

Kondisi geografis wilayah Gomo dan kecamatan sekitarnya membuat kelancaran akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Ketika terjadi longsor atau gangguan jalan, distribusi bahan kebutuhan pokok dapat terhambat dan berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat masyarakat.

 

Camat Gomo, Martinus Telaumbanua, SH, menyambut baik pelaksanaan pasar murah tersebut. Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi pascabencana.

 

Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap intervensi pemerintah masih cukup besar, terutama ketika akses distribusi pangan mengalami gangguan.

 

Harga Beras Sempat Naik

 

Salah satu tokoh masyarakat, Waozatulo Hia alias Tisi Hia, mengatakan pasar murah tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Ia menjelaskan, longsor di wilayah perbatasan Kecamatan Sidua’ori dan Kecamatan Gomo sempat memengaruhi distribusi beras. Kondisi itu kemudian berdampak terhadap harga beras di Gomo dan wilayah sekitarnya.

 

“Ini sangat membantu masyarakat dengan kondisi sekarang. Disebabkan longsor di perbatasan Kecamatan Sidua’ori dan Kecamatan Gomo, sempat terjadi kenaikan harga beras di Kecamatan Gomo dan sekitarnya. Dengan hadirnya pasar murah ini, masyarakat sangat terbantu sehingga harga beras di Kecamatan Gomo dan sekitarnya dapat kembali stabil,” katanya.

 

Bukan Sekadar Pasar Murah

 

Dari perspektif masyarakat, pasar murah bukan hanya persoalan menjual beras dengan harga lebih terjangkau. Program tersebut juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan ketika terjadi gangguan distribusi akibat bencana.

 

Namun, efektivitas program tetap perlu dilihat secara berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut memastikan ketersediaan beras dalam kegiatan pasar murah, tetapi juga memastikan distribusi pangan kembali normal setelah akses jalan terdampak bencana.

 

Pasar murah 50 ton ini berpotensi menjadi bantalan sosial bagi masyarakat di tujuh kecamatan yang terdampak tekanan distribusi. Di sisi lain, perbaikan dan pemulihan akses transportasi tetap menjadi faktor penting agar stabilitas harga tidak hanya berlangsung selama pasar murah digelar.

 

Bagi masyarakat Gomo dan kecamatan sekitarnya, langkah pemerintah tersebut dinilai sebagai bentuk respons terhadap kondisi di lapangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan pasokan pangan tetap tersedia, harga tetap terkendali, dan akses distribusi segera pulih sehingga masyarakat tidak kembali menghadapi lonjakan harga setelah program pasar murah berakhir.

(Sad)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA