Peringati HUT Ke-81 RI di Grahadi, Khofifah Ajak Napak Tilas Kemerdekaan Lewat Kepedulian dan Penguatan Kedaulatan

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Agu 2026 19:39 5 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

SURABAYA — Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (17/8/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Agenda peringatan ini turut dihadiri

oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak beserta Istri Arumi Bachsin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim, hingga Sekretaris Daerah Provinsi Adhy Karyono didampingi Isye Rahayu Adhy Karyono. Ribuan warga serta tamu undangan dari pelbagai elemen masyarakat tampak antusias memadati lokasi acara.

 

Di tengah atmosfer kebahagiaan memperingati hari jadi Republik, Gubernur Khofifah memberikan perhatian khusus pada kondisi warga bangsa di kawasan terdampak bencana alam, seperti di Nusa Tenggara Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Sulawesi Tengah.

 

“Meskipun kita terpisah secara geografis dan berada dalam kondisi yang berbeda hari ini, kita tetap dipersatukan sebagai satu Indonesia. Momentum kemerdekaan hendaknya tidak sekadar dirayakan, tetapi juga menjadi sarana untuk hadir, berempati, dan saling menguatkan saat saudara se-Tanah Air tertimpa musibah,” tutur Khofifah.

 

Momentum Menegakkan Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran

 

Sesuai dengan tema peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Khofifah menekankan pentingnya memaknai usia 81 tahun kemerdekaan sebagai batu pijakan untuk melangkah lebih jauh.Menurut Khofifah, kedaulatan tidak sebatas menjaga batas wilayah, melainkan mewujudkan kemandirian di berbagai bidang mendasar.

 

“Kedaulatan sejati harus tecermin pada ketahanan pangan, energi, perekonomian, penguasaan teknologi, hingga kualitas sumber daya manusia. Bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang berdikari dan sanggup menentukan nasibnya sendiri,” tegasnya.

 

Khofifah memaparkan bahwa Jawa Timur memegang peranan krusial sebagai penopang kemajuan nasional. Sektor pertanian, manufaktur, perdagangan, hingga pendidikan di Jatim harus dioptimalkan untuk mendukung daya saing Indonesia di tingkat global. Ia juga menekankan pentingnya estafet kepemimpinan bagi generasi muda guna menghadapi disrupsi teknologi dan dinamika global.

 

Jalannya Upacara dan Atraksi Budaya

 

Prosesi pengibaran bendera berjalan presisi di bawah komando Letkol Inf. Imam Adiyaqsnto (Komandan Yonif 500/Sikatan Kodam V/Brawijaya) dan Perwira Upacara Letkol Prasetya Hari Karyawan. Naskah Pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh Arka Bintang, Purna Paskibraka Nasional 2025 asal SMA Al-Hikmah Surabaya.

 

Tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih diemban oleh tim Paskibraka terpilih:

 

Amelia Nagatha Ivana (SMK 3 Kota Probolinggo) sebagai Pembawa Baki.

 

Shanine Amelia Lazarau (SMAN 5 Surabaya) sebagai Pembawa Bendera.

 

Moh. Fendi Zarkasi (SMA 3 Taruna Angkasa) sebagai Pembentang Bendera.

 

Marco Ardiansya Dewa Anwari (SMA Negeri 1 Magetan) sebagai Pengerek Bendera.

 

Usai upacara pokok, panggung Grahadi diramaikan dengan pertunjukan seni budaya. Atraksi Marching Band Gita Swara Nala dari SMAN Taruna Nala tampil memukau sebelum ditutup oleh tarian kolosal yang melibatkan 235 penari dengan lakon ‘Kedaulatan Pangan Jawa Timur’. Penampilan tersebut dirangkai dengan penyerahan simbolis hasil panen program SIKAP kepada para undangan.

 

Suasana kian semarak saat para siswa dari Sekolah Rakyat Banyuwangi tampil berkolaborasi bersama Paduan Suara Gabungan mahasiswa dan pelajar SMA se-Jawa Timur. Rangkaian acara dilanjutkan dengan menyaksikan siaran langsung upacara dari Istana Negara serta momen keakraban saat Gubernur dan Wakil Gubernur menyapa masyarakat sekitar. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA