KPKTIPIKOR | SUKABUMI, 8 Agustus 2026 – Suasana penuh haru dan nostalgia mewarnai Reuni Akbar Seniman Glodok 2026 yang mempertemukan ratusan seniman, musisi, pencipta lagu, dan artis dari berbagai genre musik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Sukabumi, Sabtu (8/8/2026), menjadi momentum istimewa untuk mempererat kembali tali silaturahmi para insan musik yang pernah menjadi bagian dari geliat industri musik nasional, khususnya pada era 1980-an hingga 1990-an.
Reuni tersebut menjadi momen langka sekaligus bersejarah. Para seniman dari berbagai latar belakang genre musik hadir dalam suasana kekeluargaan, mengenang perjalanan panjang industri musik Indonesia serta masa-masa ketika kawasan Glodok, Jakarta Barat, dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan distribusi produk musik nasional.
Pada masa kejayaannya, Glodok tidak hanya dikenal sebagai pusat pertokoan elektronik, tetapi juga menjadi tempat yang sangat dekat dengan kehidupan para pelaku industri musik. Beragam produk musik, mulai dari kaset, VCD hingga DVD, beredar luas dan menjadi bagian penting dari perjalanan musik Indonesia sebelum memasuki era digital seperti sekarang.
Kenangan tersebut kembali mencuat dalam pertemuan para seniman. Mereka saling menyapa, berjabat tangan, berpelukan hingga mencium tangan sebagai bentuk penghormatan dan rasa persaudaraan setelah sekian lama tidak bertemu.
Tidak sedikit pula peserta reuni yang harus menerima kenyataan bahwa sejumlah sahabat, musisi, pencipta lagu, maupun pelaku industri musik yang dahulu bersama-sama berjuang kini telah berpulang.
“Ini menjadi momen yang sangat luar biasa. Kita bisa berkumpul kembali, mengenang masa-masa indah ketika Glodok menjadi salah satu pusat industri musik Indonesia,” tutur Mirta, yang merupakan salah satu anak dari almarhum Asmin Cayder, pencipta lagu ternama Indonesia.
Menurut Mirta, kenangan tentang Glodok memiliki tempat tersendiri bagi keluarga dan para pelaku musik pada masa itu. Ia juga menceritakan bagaimana aktivitas pengambilan dan distribusi kaset maupun VCD menjadi bagian dari rutinitas para pelaku industri musik.
Ia mengungkapkan, Andry Mahesa pun disebut pernah menemani kakaknya, Nadi Baraka atau Mandar Mahesta, mengambil jatah kaset maupun VCD di sejumlah pertokoan kawasan Glodok.
Perubahan zaman kemudian membuat industri musik mengalami transformasi besar. Kehadiran teknologi digital, platform streaming, media sosial, dan berbagai bentuk distribusi musik modern perlahan menggantikan keberadaan kaset, VCD, dan DVD yang dahulu menjadi primadona.
Namun, bagi para seniman yang pernah mengalami masa tersebut, benda-benda itu bukan sekadar produk industri. Kaset dan VCD menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan mereka dalam menghasilkan, memasarkan, dan memperkenalkan karya musik kepada masyarakat.
Mengenang Para Seniman yang Telah Berpulang
Dalam reuni tersebut, suasana haru semakin terasa ketika para peserta mengenang rekan-rekan mereka yang telah meninggal dunia.
Doa bersama pun dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para seniman yang telah lebih dahulu menghadap Sang Pencipta. Para peserta juga mendoakan mereka yang saat ini tengah mengalami sakit agar diberikan kesembuhan dan kekuatan.
Di sela-sela kegiatan, para seniman kembali bernyanyi bersama. Lagu-lagu lama yang pernah mengiringi perjalanan mereka menjadi pengikat kenangan sekaligus menghadirkan kembali suasana persahabatan yang pernah terjalin puluhan tahun lalu.
Tawa, cerita masa lalu, rasa haru hingga air mata bercampur menjadi satu. Pertemuan tersebut bukan sekadar reuni, melainkan juga menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang para insan musik Indonesia.
Bagi mereka, masa kejayaan musik era 1980-an dan 1990-an menyimpan cerita tersendiri. Dari kawasan Glodok dan jaringan industri musik pada masa itu, lahir banyak artis, musisi, dan pencipta lagu yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Karya-karya mereka bahkan tetap terdengar hingga sekarang dan menjadi bagian dari khazanah musik nasional.
Hadirkan Sejumlah Nama Legendaris
Reuni Akbar Seniman Glodok 2026 juga dihadiri sejumlah nama yang telah lama mewarnai perjalanan musik Indonesia.
Di antaranya Obi Messakh, Ade Putra, serta sejumlah pencipta lagu dan musisi senior lainnya. Kehadiran mereka semakin memperkuat nuansa nostalgia dalam pertemuan tersebut.
Salah satu sosok yang mendapat perhatian adalah H. Ukat S., pencipta lagu senior yang selama perjalanan kariernya telah melahirkan banyak karya dan turut memperkaya khasanah musik, khususnya dangdut Indonesia.
Karya-karya H. Ukat S. disebut pernah dibawakan oleh sejumlah artis ternama, di antaranya Nadi Baraka, Uut, Elvy Sukaesih, Mansyur S., dan sejumlah penyanyi lainnya.
Karya-karya tersebut juga terus mendapat perhatian dari generasi berikutnya, termasuk melalui berbagai penampilan dan cover lagu yang dilakukan oleh para penyanyi masa kini.
Menariknya, reuni akbar tersebut berlangsung bersamaan dengan perayaan ulang tahun H. Ukat S. yang ke-80 tahun.
Momen tersebut membuat suasana reuni semakin istimewa. Para sahabat, seniman, dan keluarga besar musik Indonesia memberikan doa dan ucapan selamat kepada H. Ukat S.
Uzay Putra, yang turut menyampaikan ucapan untuk H. Ukat S., berharap sang maestro tetap diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga masih dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi dunia musik Indonesia.
“Semoga panjang umur, sehat selalu dan terus berkarya. Bravo musik Indonesia,” ujar Uzay.
Menjaga Silaturahmi dan Warisan Musik Indonesia
Reuni Akbar Seniman Glodok 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang temu kangen. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan musik Indonesia dibangun oleh banyak tangan dan generasi.
Para pencipta lagu, penyanyi, musisi, produser, pedagang, distributor hingga masyarakat pendengar memiliki peran dalam membentuk ekosistem musik Indonesia pada masanya.
Glodok menjadi salah satu saksi penting perjalanan tersebut. Dari kawasan itu, berbagai karya musik diproduksi, didistribusikan, diperjualbelikan, dan kemudian dikenal masyarakat luas.
Kini, ketika industri musik telah memasuki era digital, kenangan terhadap masa kaset, VCD dan DVD menjadi bagian dari sejarah yang tidak mudah dilupakan oleh para pelakunya.
Reuni ini sekaligus menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Para senior dapat berbagi cerita dan pengalaman kepada generasi yang lebih muda, sementara generasi penerus dapat memahami bahwa musik Indonesia memiliki sejarah panjang yang dibangun melalui perjuangan para pendahulunya.
Dengan semangat silaturahmi, persaudaraan dan kecintaan terhadap musik Indonesia, para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang.
Reuni Akbar Seniman Glodok 2026 menjadi bukti bahwa meski zaman berubah, karya, persahabatan, dan kenangan para insan musik Indonesia akan tetap hidup dan menjadi bagian dari sejarah musik nasional.
Tidak ada komentar