Identitas Pengemudi Perempuan Mobil Dinas Satpol PP Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Izin Penggunaan  

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Agu 2026 07:06 96 kaperwil Bengkulu

Bengkulu, Kpktipikor.id – Identitas perempuan yang mengemudikan mobil dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkulu Utara saat terlibat kecelakaan di Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (6/8/2026) pagi, kini menjadi sorotan luas masyarakat.

Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, pengemudi berinisial Usri Wulita, berusia sekitar 41–43 tahun, warga Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu. Ia diketahui bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.

Kendaraan yang dikemudikan adalah Toyota Hilux bernomor polisi BD 9072 DY, yang merupakan mobil dinas operasional milik Kepala Satpol PP Bengkulu Utara. Kabar beredar menyebutkan bahwa Kepala Satpol PP sendiri sedang menjalani cuti kerja sejak tanggal yang sama dengan kejadian.

Fakta bahwa kendaraan dinas dikemudikan oleh pihak yang bukan aparatur negara, serta berada di luar wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, memicu berbagai pertanyaan dari masyarakat. Di antaranya:

– Siapa yang memberikan izin penggunaan kendaraan dinas tersebut?

– Apa tujuan perjalanan yang dilakukan di luar jam dan wilayah tugas?

– Apakah pengemudi memiliki hubungan keluarga atau kedekatan dengan pejabat terkait?

Kepolisian melalui Kapolsek Padang Ulak Tanding, AKP Edi Hermanto Purba, menyatakan dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan menurun dan berkelok, sehingga kehilangan kendali dan menabrak truk dari arah berlawanan. Dua penumpang mengalami luka dan dirawat di rumah sakit di Curup, sedangkan pengemudi dan pengemudi truk selamat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP maupun Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terkait siapa yang mengizinkan penggunaan mobil dinas tersebut, serta hubungan pengemudi dengan pejabat terkait. Unit Laka Lantas masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap seluruh fakta kejadian.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera memberikan penjelasan yang transparan dan tegas guna menjawab keraguan publik serta memastikan kepatuhan terhadap aturan penggunaan aset negara. (DF)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA