Usulan Bantuan Alat Tangkap Nelayan Tanimbar Menguat, DPRD Kawal ke Pemerintah Pusat

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 13:51 16 Admin Maluku

Jakarta,kpktipikor.id -Harapan nelayan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mendapatkan bantuan alat tangkap menguat setelah usulan resmi diajukan melalui Dinas Perikanan daerah kepada pemerintah pusat, Kamis (16/4).

Aspirasi ini dikawal langsung oleh anggota DPRD, Erens Fenanlambir, dalam pertemuan dengan pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta.

Pertemuan tersebut mempertemukan Erens Fenanlambir dengan Novia Tri Rahmawati, Ketua Tim Kerja Diversifikasi Usaha Nelayan dan Akses Pembiayaan Usaha Nelayan pada Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Dialog berlangsung konstruktif dengan fokus pada penguatan sektor perikanan tangkap di wilayah perbatasan.

Sejumlah isu strategis mengemuka dalam diskusi itu. Nelayan Tanimbar masih didominasi penggunaan alat tangkap tradisional, sementara akses pembiayaan usaha dinilai terbatas dan menghambat peningkatan kapasitas produksi.

Erens menyampaikan, pengawalan aspirasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab politik untuk memperjuangkan kepentingan nelayan. Ia menyebut potensi perikanan Tanimbar besar, namun belum didukung sarana dan prasarana memadai.

“Dukungan pemerintah pusat menjadi kunci agar nelayan mampu meningkatkan produktivitas dan taraf hidup,” kata Erens dalam pertemuan tersebut.

Novia Tri Rahmawati menandaskan, pihaknya menerima dan akan menindaklanjuti usulan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat agar program bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Disisi lain, Usulan ini dinilai menjadi momentum penting bagi nelayan Tanimbar yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor kelautan. Keterbatasan alat dan akses permodalan masih menjadi tantangan utama di lapangan.

Karen itu, Keputusan pemerintah pusat ke depan akan menentukan arah penguatan ekonomi pesisir di wilayah tersebut. Realisasi bantuan diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat nelayan di kawasan timur Indonesia.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA