Info Buat Bupati Sumedang. ” Bencana Alam Longsor Memutuskan Aliran Air Irigasi Sangiang Sri

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 18:16 8 Admin KPK

 

Sumedang, kpktipikor.id.

Hampir dua minggu ke belakang telah terjadi longsor dari tebing ketinggian kisaran 60 Meter, yang mengakibatkan terputusnya aliran air irigasi Sangiang Sri Dusun Nangorak Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan. Longsoran tanah, batu – batuan serta pohon yang terbawa menimbun saluran irigasi dan badan jalan. Diperkirakan sepanjang 50 meter longsoran tersebut, sehingga kesulitan untuk melintasi lokasi longsor yang penuh pohon dan yang lainnya. Tepatnya lokasi longsor tersebut di blok Ciupas – Cijotang sebelum Dam Sungapan Air Cileuleuy.

Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Pengurus Mitra Air atau P3A Dusun Nangorak, mulai dari Gotong Royong Kerjabakti warga masyarakat sekitarnya. Akan tetapi sampai sekarang belum bisa diselesaikan secara maksimal. Dikarenakan setiap hujan deras, longsoran tanah terus turun, hingga pengerukan bikin tambah sulit , minimnya peralatan serta tenaga masyarakat belum maksimal.

Hasil investigasi Media KPKTIPIKOR.ID. Kamis, 9 April 2026 turun langsung ke lokasi bencana alam longsor, memang untuk mengeruk longsor tanah dan menghilangkan pohon besar yang menimpa saluran irigasi Sangiang Sri. Diperlukan tenaga yang banyak serta peralatan yang memadai. Pohon yang tumbang harus memakai mesin potong atau regaji senso sedangkan gundukan tanah dan material lainya diperlukan tenaga banyak. Tidak akan selesai oleh petugas P3A saja yang berjumlah 4 ( empat) orang.

Guna menyelesaikan, memperbaiki, menghilangkan gundukan tanah dan pepohonan diperlukan kerjasama berbagai elemen. Pemerintahan Desa Margamekar harus segera berkordinasi dengan pihak BKSDA yang menguasai wilayah hutan, PDAM Kab. Sumedang yang mempunyai akses ditariknya Air Sungai Citekin guna warga masyarakat Sumedang Kota, PU Pengairan yang menguasai bidang pemeliharaan irigasi Sangiang Sri. Dan tentunya warga masyarakat Se wilayah dua Kepala Dusun yang ada di nangorak.

Pentingnya aliran irigasi segera normal kembali, dikarenakan musim penanaman padi bagi para petani sawah sangat memerlukan air tersebut. Inilah yang harus segera dipikirkan bersama demi kepentingan bersama, bukan kepentingan perorangan. Segera dicarikan solusi yang terbaik, berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat bagaimana caranya supaya air bisa lagi mengalir seperti biasanya. ( Asher ).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA