Jakarta,KPKTIPIKOR.ID. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers terkait Perkembangan Terkini di Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Kementerian ESDM,
Menteri ESDM memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), termasuk elpiji, dalam keadaan aman terkendali, dengan jumlah pasokan BBM dan elpiji di Indonesia masih tersedia.di lansir dari *media Antara*
Perang Iran versus Israel yang dibackup Amerika Serikat, langsung berdampak pada harga minyak dunia yang melonjak. Penyebabnya adalah jalur distribusi minyak dari negara Timur Tengah via Selat Hormuz ditutup oleh Iran.
Kondisi kenaikan harga minyak dunia akan berdampak ke Indonesia. Harga BBM nonsubsidi sudah mengalami kenaikan.
Sementara itu, pemerintah Indonesia menyatakan BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan harga. Hal tersebut tentu akan tetap akan dipengaruhi faktor eksternal, yakni jika perang Iran – Israel berlangsung dalam waktu lama.
“Kalau harga BBM yang subsidi, bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa(03/03).
Menurut menteri, dalam waktu dekat pemerintah akan menaikkan harga jual BBM nonsubsidi seperti Pertamax. Penyesuaian harga ini akan naik mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Saat ini harga minyak sudah naik menjadi 78-80 dolar AS per barel, melebihi asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni 70 dolar AS per barel.
Seperti diketahui, Indonesia mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, sehingga kenaikan harga minyak dunia langsung membebani APBN dengan potensi pembengkakan subsidi energi.
Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026 yakni harga Pertamax (RON 92) dari Rp11.800 per liter menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 per liter menjadi Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter, Dexlite dari Rp13.250 per liter menjadi Rp14.200 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.
Keuntungan:
Bahlil mengatakan, di sisi lain, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari kenaikan harga minyak dunia dari produksinya.
“Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,” katanya.
Perhitungan tersebut, kata Bahlil, akan dilakukan dengan hati-hati sebab terkait dengan subsidi energi di dalam negeri.
Hingga saat ini, setelah rapat Dewan Energi Nasional, pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.(**)
(Tim)
Tidak ada komentar