Matangkan RKPD 2027, Musrenbang Kecamatan Diwek Usung Integrasi Industri dan Sektor Primer*

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 06:46 3 Intelijen Nasional

JOMBANG–Pemerintah Kabupaten Jombang terus mematangkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Salah satunya digelar di Pendopo Kecamatan Diwek, Selasa (10/2/2026), dengan mengusung tema “Integrasi Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan Sektor Primer.”

Musrenbang tersebut dihadiri Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, Forkopimcam, kepala desa, delegasi desa, kepala UPTD, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi perempuan dan kemasyarakatan dari Kecamatan Diwek, Jombang, Megaluh, dan Tembelang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah maupun nasional. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang berbasis kebutuhan riil warga, terukur, serta mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan.

Tema RKPD 2027 yang mengedepankan integrasi industri dan sektor primer dinilai relevan dengan karakteristik wilayah Jombang yang memiliki potensi kuat di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah berupaya mendorong keterpaduan antara produksi sektor primer dengan industri pengolahan dan perdagangan, sehingga tercipta rantai nilai yang lebih panjang dan menguntungkan masyarakat.

“Penguatan sektor pertanian dan sektor primer lainnya harus terhubung dengan industri dan pasar. Dengan begitu, hasil produksi masyarakat tidak hanya berhenti di tingkat bahan mentah, tetapi mampu memberi nilai tambah dan membuka peluang kerja,” ujar Wakil Bupati.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa skema Pagu Indikatif Kewilayahan kini diarahkan menjadi Prioritas Kecamatan, dengan alokasi khusus antara lain untuk pembangunan jalan kabupaten dan penerangan jalan umum (PJU). Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar infrastruktur sekaligus menunjang konektivitas antarwilayah.

Selain itu, program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera) terus didorong sebagai wujud komitmen pembangunan hingga tingkat desa dan lingkungan RT/RW. Program ini menjadi instrumen untuk memastikan pemerataan pembangunan serta penguatan ekonomi masyarakat dari bawah.

Melalui Musrenbang ini, Pemkab Jombang berharap tercipta perencanaan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan sinergis. Aspirasi yang dihimpun dari desa dan kecamatan diharapkan dapat dirumuskan menjadi program prioritas yang realistis dan berkelanjutan.

Dengan perencanaan yang terintegrasi antara sektor primer dan industri, Pemkab Jombang menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat, peningkatan daya saing produk lokal, serta terbukanya lapangan kerja baru. Pada akhirnya, seluruh ikhtiar tersebut diarahkan untuk mewujudkan Jombang yang maju, sejahtera, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Red:Ad1W)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA