Tapaktuan 13 Oktober 2025 Di Kecamatan Tapaktuan ada 18 Masjid Masjid dalam bahasa Arab disebut “masjidu” (مَسْجِد), secara harfiah berarti “tempat sujud” (سجد). Secara umum, masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam yang digunakan untuk melaksanakan salat dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Dengan peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam, masjid menjadi lokasi utama untuk melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah serta sebagai tempat kegiatan sosial dan pendidikan bagi komunitas Muslim, seperti mengikuti pengajian, kajian keagamaan, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Dalam pengertiannya beberapa ayat dalam Al-Qur’an menyebutkan bahwa fungsi masjid mencakup tempat berdzikir atau menyebut nama Allah, tempat beri’tikaf, tempat beribadah seperti shalat, serta sebagai pusat pertemuan umat Muslim untuk membahas urusan hidup dan perjuangan mereka.
Hadist yang diriwayatkan oleh Tirmizi dari Abi Sa’id Al-Khudri menyebutkan bahwa setiap potongan tanah dapat dianggap sebagai masjid. Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bahwa “tanah telah dijadikan sebagai masjid bagiku, tempat sujud.”
Dalam hal ini, masjid, yang berasal dari kata “sajada” atau “sujud,” menggambarkan bahwa umat Islam mengikuti dan menyesuaikan diri dengan ketetapan Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan di dunia ini.
12 Keutamaan Masjid dalam Islam
1. Tempat yang paling dicintai Allah
أَحَبُّ البِلادِ إلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأبْغَضُ البِلاَدِ إلَى اللهِ أسْوَاقُهَا
Tempat yang paling dicintai Allâh adalah masjid-masjidnya; dan tempat yang paling Allâh benci adalah pasar-pasarnya.( HR Muslim )
2. Membangun masjid berarti membangun rumah di surga
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738.)
3. Mendapat Naungan Allah pada hari Kiamat
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ
Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid
4. Berlipat Pahala
«صَلاَةُ الجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً»
“Shalat berjama’ah itu lebih baik 27 kali lipat daripada shalat bersendiri.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar – رضي الله عنهما -)
5. Masjid adalah rumahnya setiap Mukmin
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {المَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ}
Nabi saw. bersabda, “Masjid adalah rumahnya setiap mukmin.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Nu’aim
6. Shalat di Masjid Tanda orang Mukmin
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إِذَا رَأيْتُمُ الرَّجُلَ مُلاَزِمَ الْمَسْجِدِ فَاشْهَدُوْا لَهُ بِالْإِيْمَانِ}.
Nabi saw. bersabda, “Jika kalian melihat seseorang yang konsisten dengan masjid, maka bersaksilah kepadanya dengan keimanan.”HR. Imam Ahmad
7. Dido’akan Malaikat
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ بَسَطَ حَصِيرا في المَسْجِدِ لَمْ تَزَلِ المَلاَئِكَةُ تَسْتَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ ذالك الحَصِيرُ في المَسْجِدِ}.
Nabi saw. bersabda, “Siapa yang membentangkan tikar di dalam masjid, maka malaikat akan selalu memintakan ampunan untuknya selama tikar itu di dalam masjid.”
8. Menunggu Shalat di Masjid Seperti Ribath
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ
“Tidakkah kamu mau aku tunjukkan apa yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang berat, memperbanyak langkah ke masjid dan menanti shalat setelah shalat. Itulah penjagaan sesungguhnya, itulah penjagaan sesungguhnya.” (HR. Muslim
9. Memasukinya harus shalat Tahiyatul Masjid
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ}.
Nabi saw. bersabda, “Jika salah satu dari kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sampai shalat dua rakaat.”HR. Bukhari.
10. Tempat suci untuk beribadah
إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لَا تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ، وَلَا الْقَذَرِ إِنَّمَا هِيَ لِذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
“Sesungguhya masjid-masjid ini tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi hanyasanya ia (dibangun) untuk dzikrullah, shalat dan membaca al-Qur’an.” (HR Muslim)
11. Shalat di Masjid akan mendapat ampunan
«مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ، فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللهُ لَهُ ذُنُوبَهُ»
“Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat fardhu, lalu dia shalat bersama manusia –yakni bersama jama’ah di masjid-, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)
12. Memakmurkan Masjid pertanda orang yang mendapatkan Petunjuk
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Allah berfirman, “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah:18)
NARA SUMBER
KUA TAPAKTUAN
@ WIRA TAPAKTUAN 1984 TIPIKOR
Tidak ada komentar