Pencarian KM Virgo Transport 8: Polresta Sumenep Terjunkan Personel dan Dirikan Tiga Posko Darurat

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Sep 2026 22:55 5 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

SUMENEP — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sumenep, Jawa Timur, bergerak cepat merespons insiden hilang kontaknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di kawasan perairan Pulau Masalembu. Kapal komersial yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut diketahui mengangkut ratusan penumpang saat insiden terjadi.

 

Guna mengoptimalkan operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR), Polresta Sumenep mendirikan tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat di lokasi strategis, yakni Markas Polresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget, dan Markas Polsek Masalembu.

 

Kapolresta Sumenep, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, mengungkapkan bahwa pembentukan posko ini menjadi langkah krusial untuk mempermudah alur komunikasi antarinstansi dan memastikan seluruh personel di lapangan siap siaga.

 

“Pendirian tiga posko terpadu ini adalah komitmen kami untuk menunjang penuh proses SAR. Kami melakukan koordinasi secara intensif dengan Basarnas, unsur TNI, KSOP, pemerintah daerah, tenaga medis, hingga otoritas pelabuhan,” tutur Kombes Pol. Ariek pada Minggu (13/9/2026).

 

Berdasarkan data awal yang diterima pihak kepolisian, KM Virgo Transport 8 hilang kontak pada Minggu dini hari (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA. Manifes sementara mencatat kapal membawa 215 penumpang dan 30 awak kapal, sehingga total orang di atas kapal diperkirakan mencapai 245 jiwa.

 

Pihak kepolisian menegaskan bahwa angka tersebut masih dalam tahap pencocokan data. “Data manifes ini terus kami verifikasi bersama instansi terkait. Kami meminta masyarakat agar bijak, tidak membagikan asumsi yang belum terverifikasi, dan fokus memantau informasi resmi,” imbau Ariek.

 

Saat ini, operasi penyisiran berskala besar terus digencarkan. Tim Basarnas telah dikerahkan ke titik koordinat terakhir kapal, sementara Posko Utama Operasi SAR didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin sebagai pusat kendali.

 

Di wilayah perairan Sumenep, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) bersama Polsek Masalembu memperketat patroli jalur laut dan area pesisir, sekaligus merangkul nelayan lokal untuk memperluas jangkauan pemantauan.

 

“Kami mengimbau nelayan dan warga pesisir yang beraktivitas di laut untuk segera melapor jika menemukan petunjuk atau serpihan yang berkaitan dengan kapal tersebut. Informasi sekecil apa pun sangat berarti,” tegasnya.

 

Selain upaya pencarian laut, Polresta Sumenep menyiagakan pengamanan di sejumlah titik daratan yang berpotensi menjadi lokasi penampungan awal maupun evakuasi para korban. Proses penyisiran oleh tim gabungan masih terus berlangsung di tengah laut, dengan harapan seluruh penumpang dan kru dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA