JAKARTA, kpktipikor.id – Sebanyak puluhan tokoh ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim Indonesia mengeluarkan seruan bersama untuk memperkuat persatuan dan solidaritas global dalam menghadapi berbagai tantangan dunia yang semakin kompleks, khususnya eskalasi konflik yang mengancam perdamaian dan kemanusiaan.
Seruan ini disampaikan dalam konferensi pers bertema “Urgensi Persatuan Dunia Islam untuk Penciptaan Tata Dunia Baru yang Damai, Adil, Sejahtera, dan Beradab” yang diselenggarakan oleh Center for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) dan Global Fulcrum of Wasatiyyat Islam di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (13/4).
Dalam pernyataan resmi yang dibacakan, para tokoh mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai telah menimbulkan tragedi kemanusiaan baru, di tengah belum usainya penderitaan rakyat Gaza, Palestina. Mereka menilai alasan yang digunakan untuk serangan tersebut serupa dengan narasi invasi Irak pada 2003 yang kemudian terbukti tidak akurat, serta merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, dan hak asasi manusia.
Persatuan sebagai Kunci Solusi
Para ulama menekankan bahwa perbedaan mazhab, etnis, dan latar belakang tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, umat Islam di seluruh dunia harus kembali pada nilai persaudaraan sebagai satu umat yang memiliki satu kitab suci, satu kiblat, dan satu tujuan untuk menciptakan perdamaian dan keadilan global.
“Persatuan dunia Islam menjadi kunci utama untuk menghentikan konflik yang terus meluas dan mengancam peradaban manusia. Kita tidak boleh terjebak dalam politik adu domba yang melemahkan solidaritas internal,” ujar Ketua CDCC dan GFWI, M. Din Syamsuddin, dalam sambutannya.
Selain itu, mereka juga menyerukan pentingnya “ishlah syamilah” atau perbaikan menyeluruh, termasuk penghentian perang secara permanen, penyelesaian konflik dengan cara yang adil, dan penolakan terhadap sikap arogansi serta standar ganda dalam hubungan internasional.
Mendesak Lembaga Internasional Bertindak
Dalam dokumen seruan yang memuat enam poin utama, para tokoh juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan PBB, Mahkamah Internasional (ICJ), dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mengambil langkah tegas dan konkret. Hal ini termasuk menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang melanggar hukum internasional dan memastikan keadilan bagi korban konflik.
Seruan ini diharapkan menjadi panggilan bagi seluruh umat manusia, tidak hanya umat Islam, untuk bersatu padu dalam menjaga perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan dunia yang lebih baik.
(Wati)
Tidak ada komentar