Kecewa Tak Tersentuh Dana Desa, Warga Dukuh Bandingan Kulon Patungan Rp50 Juta Bangun Infrastruktur

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Okt 2026 16:56 5 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANJARNEGARA — Minimnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur memaksa warga RT 04/RW 03, Dukuh Bandingan Kulon, Desa Tanjungtirta, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, untuk turun tangan sendiri. Di tengah keluhan dan isu dugaan korupsi berjamaah yang diarahkan kepada pemerintah desa setempat, warga berinisiatif membangun fasilitas umum melalui iuran swadaya murni.

 

Ketua RT 04/RW 03 Dukuh Bandingan Kulon, Catur, mengonfirmasi adanya gerakan kemandirian warganya. Saat dikonfirmasi pada Senin (5/10/2026), ia membenarkan bahwa pengerjaan fisik sedang berlangsung dan sepenuhnya didanai oleh kantong pribadi masyarakat.

 

“Anggaran yang terkumpul melalui kesepakatan warga mencapai sekitar Rp50 juta. Dana tersebut murni swadaya dan langsung dialokasikan untuk belanja material serta membayar tenaga tukang,” jelas Catur.

 

Fokus pembangunan lingkungan tersebut mencakup pengecoran jalan lingkungan sepanjang lebih dari 150 meter. Selain itu, warga juga membangun talud pengaman permukiman yang dinilai sangat krusial untuk melindungi struktur tanah dan rumah-rumah di kawasan tersebut.

 

Langkah mandiri ini lahir dari keresahan warga terhadap kondisi infrastruktur di Desa Tanjungtirta yang dinilai sangat minim, termasuk banyaknya akses jalan yang rusak. Keresahan ini memunculkan kekecewaan yang mendalam, terutama karena munculnya dugaan penyalahgunaan wewenang di tingkat desa.

 

Catur menyampaikan bahwa masyarakat setempat sangat menyayangkan beredarnya isu dugaan korupsi berjamaah di internal Pemerintah Desa Tanjungtirta. Isu tersebut terasa semakin ironis ketika disandingkan dengan realitas pembangunan di lapangan yang dinilai mandek.

 

Puncak kekecewaan warga RT 04/RW 03 Dukuh Bandingan Kulon didasari oleh tidak adanya pemerataan alokasi anggaran desa untuk wilayah mereka.

 

“Warga mengaku kecewa karena selama satu periode pemerintahan ini, wilayah kami belum pernah mendapatkan bantuan pembangunan lingkungan sama sekali, baik dari Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD),” pungkasnya.

 

Inisiatif swadaya senilai puluhan juta rupiah ini pada akhirnya menjadi bukti nyata ketahanan sosial warga. Meski merasa tidak mendapatkan haknya dari dana pemerintah, semangat gotong royong warga Dukuh Bandingan Kulon tetap menjadi solusi untuk menciptakan lingkungan yang layak dan aman. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA