Sijunjung, kpktipikor.id 2 Juni 2026- Sekitar abad XVII dilokasi ini masih ASRI dan di kelilingi hutan lebat dan belum ada penghuni,Singkat cerita lahirlah seorang pemuda sederhana bernama SUDUANG di koto KOCIEK ia di kenal sebagai anak yatim yg rajin bekerja dan gemar menyendiri di alam,setiap hari ia membantu warga desa mencari kayu bakar dan memburu hasil hutan di sekitar tempat ini.
Suatu sore ketika hujan turun deras,SUDUANG mencari tempat berlindung,ia pun duduk di bawah batu besar di dekat air terjun ini.
Air yang mengalir deras menciptakan suara gemuruh yang menyenangkan,sejak hari itu tempat tersebut menjadi tempat favorit nya SUDUANG beristirahat,merenung dan menghabiskan waktu menikmati alam.
Seking seringnya SUDUANG bermain di sini,suatu waktu melepaskan lelah tanpa sadar dia ketiduran, saat dia terbangun hari sudah gelap, saat dia melihat langit rupanya malam bulan purnama.
Dikala SUDUANG masih terpesona menikmati purnama Tanpa sengaja menyaksikan cahaya bintang jatuh menuju air terjun di depan dia berdiri,,melihat penomena tersebut maka pergilah SUDUANG ke tepi sungai ingin melihat apa yang terjadi,namun alangkah terkejutnya SUDUANG karena cahaya air terjun tersebut,SUDUANG terpukau,
namun dia teringat pesan orang tua bahwa tempat itu suci dan tidak boleh diganggu.
Kek esokan hari hanya ia menceritakan kejadian itu kepada Tertua Adat sang tertua hanya tersenyum dan berkata ” air terjun itu adalah anugrah” jika kita menjaganya maka bidadari pun akan ikut menjaga tempat kita.
Dengan kejadian masyarakat semakin hormat dan merawat air terjun tersebut mereka percaya,selama alam di jaga dengan baik keberkahan akan selalu mengalir seperti air terjun yang tak pernah berhenti.
Sejak saat itu SUDUANG selalu bermain ke sini dan merawat alam sekitar dan membersihkan tepian tempat bidadari mandi mungkin SUDUANG mulai jatuh hati pada sosok bidadari tersebut dan berharap suatu saat dia memiliki pendamping bidadari.
Ini jugalah memicuh hingga akhir hayatnya SUDUANG tidak mempunyai pendamping hidup.
Penulis tidak tahu alasannya namun menurut penulis mencoba menyampaikan 3 faktor yg menyebabkan SUDUANG tidak memiliki pendamping.
1. SUDUANG tidak menemukan wanita secantik bidadari tersebut.
2. SUDUANG bertekat tidak akan beristri kalau bukan salah seorang dari bidadari tersebut
3. SUDUANG terlalu sayang pada alam hingga dia merasa telah cukup bahagia sekalipun Tanpa pendamping.
Setelah SUDUANG wafat masyarakat kemudian menamai tempat ini batu SUDUANG,sebagai penghormatan kepada seseorang yg menjaga dan menghormati alam,hingga kini orang-orang percaya bahwa siapa pun yg datang dengan hati bersih ke bawah batu itu akan merasakan kedamaian seperti yg pernah di rasakan SUDUANG.
Kemudian tepian tersebut di namai tepian bidadari karena di sana SUDUANG melihat bidadari turun dan mandi di tepian tersebut akan mengeluarkan cahaya dan kecantikan seperti bidadari.
Salam dari Penulis ERMA MULIANIS mengulangi cerita orang tertua dahulu dan memberi tahu melalui cerita ini kepada masyarakat yang belum mengetahui apa cerita nya BATU SUDUANG tersebut. wisata alam batusuduang ini Beralamat di
Jorong ujuang koto
Nagari silantai
Kec,Sumpur kudus
Kab,Sijunjung
(M)
Tidak ada komentar