Antisipasi Macet Perbaikan Jembatan Pajarakan, Tol Prosiwangi Jadi Jalur Utama Kendaraan Besar

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Okt 2026 16:51 7 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

PROBOLINGGO – Proses rehabilitasi Jembatan Pajarakan yang berada di jalur vital Pantura Kabupaten Probolinggo resmi dimulai pada hari ini, Kamis (1/10/2026). Proyek perbaikan infrastruktur ini diperkirakan akan memakan waktu selama 81 hari, yang berkonsekuensi pada penutupan total akses jembatan utama tersebut.

Guna mengantisipasi kelumpuhan mobilitas dan menjaga Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo Polda Jatim telah mematangkan skenario rekayasa arus lalu lintas dan menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi para pengguna jalan.

Salah satu solusi utama untuk mengurai potensi kemacetan parah di jalur arteri adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi). Secara khusus, segmen Gending–Kraksaan–Paiton yang baru saja resmi dibuka untuk umum pada Rabu (30/9/2026) diproyeksikan menjadi rute pengalihan prioritas.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.I.S., menyatakan bahwa kehadiran tol segmen baru tersebut menjadi katup penyelamat yang sangat krusial bagi arus kendaraan dari arah Pantura. Pihaknya menyambut baik operasional jalan bebas hambatan ini dan telah menyiagakan personel kepolisian secara penuh untuk mengatur lalu lintas di sejumlah titik rawan.

“Kami sudah menyiapkan personel serta rekayasa pengaturan lalu lintas, khususnya di akses entrance (pintu masuk) dan exit (pintu keluar) tol segmen Kraksaan dan Paiton,” tegas AKBP Asmida Rizki, Kamis (1/10/2026).

Meski jalur utama ditutup total, kepolisian dan instansi terkait tetap memastikan mobilitas warga lokal tidak terputus. Petugas telah mendirikan jembatan bailey (jembatan rangka baja darurat) di sekitar lokasi proyek. Akses darurat ini dikhususkan bagi kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) rute dalam kota, yang pengoperasiannya diatur menggunakan sistem buka-tutup secara bergantian.

Sementara itu, untuk kendaraan yang melintas antar-kota, Polres Probolinggo memberlakukan skema pembagian jalur alternatif sebagai berikut:

Kendaraan R4 Luar Kota & Kendaraan Besar (Truk/Bus): Diimbau keras untuk langsung masuk dan memanfaatkan Tol Prosiwangi melalui akses Kraksaan maupun Paiton guna menghindari penumpukan volume kendaraan di jalur arteri yang menyempit.

Jalur Alternatif Selatan: Pengendara dengan tujuan akhir Situbondo dan Banyuwangi memiliki opsi rute melingkar dengan memanfaatkan jalur selatan yang melintasi Lumajang hingga Jember.

Menyusul pengalihan arus besar-besaran ke jalur tol dan rute alternatif, Kapolres Probolinggo turut memberikan imbauan keselamatan bagi para pengguna jalan. Hal ini ditekankan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas selama masa transisi operasional infrastruktur.

“Kami mengimbau pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, menjaga batas kecepatan, serta menjaga jarak aman. Jika merasa lelah, jangan dipaksakan. Silakan memanfaatkan rest area yang tersedia untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” imbaunya.

Polres Probolinggo bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terkait berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi dinamika arus lalu lintas secara berkala selama 81 hari ke depan. Rekayasa lalu lintas di lapangan dipastikan bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan serta kepadatan situasi nyata di sepanjang jalur yang terdampak. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA