Diduga Asal Jadi, Steher Nelayan Senilai Rp190 Juta Mulai Miring, Diminta APH Turun Tangan

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Nov 2026 06:06 16 Admin KPK

 

 

KPKTIPIKOR.KETAPANG, KALIMANTAN BARAT – Pembangunan steher atau tempat tambatan kapal nelayan yang berlokasi di Kampung Bunga, Kecamatan Delta Pawan, Kelurahan Sampit, Kabupaten Ketapang, menjadi sorotan. Bangunan yang belum lama selesai dikerjakan itu diduga mulai mengalami kemiringan dan penurunan pada bagian pondasinya.

 

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp190 juta tersebut kini menuai pertanyaan terkait kualitas pekerjaan dan ketahanan konstruksi. Kondisi bangunan yang diduga mulai mengalami kemiringan meskipun belum lama dikerjakan menimbulkan kekhawatiran akan kualitas serta manfaat pembangunan bagi masyarakat nelayan.

 

Jumadi, Ketua Tim Investigasi Ormas LAKI, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.

 

“APH harus segera turun dan melakukan pengecekan. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab,” tegas Jumadi.

Ia juga meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi pondasi dan konstruksi bangunan guna memastikan penyebab kemiringan serta potensi risiko bagi keselamatan nelayan.

 

Masyarakat berharap pembangunan yang menggunakan anggaran negara tersebut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat jangka panjang, bukan justru menimbulkan persoalan baru.

 

Hingga berita ini disusun, penyebab kemiringan bangunan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak pelaksana proyek dan instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi secara terbuka demi transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

 

 

Ibrahim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA