Membongkar Sindikat Lintas Negara: Sinergi Indonesia-Tiongkok Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkoba

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Okt 2026 13:15 7 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

JAKARTA — Pengungkapan laboratorium clandestin sabu berkapasitas besar di Aceh yang mengamankan 1,2 ton barang bukti menjadi cermin pentingnya efektivitas kerja sama intelijen internasional dalam menanggulangi ancaman kejahatan terorganisir lintas negara.

Penindakan tajam pada 21 Oktober 2026 ini berakar dari penelusuran alur distribusi narkotika cair dari wilayah Myanmar, Thailand, dan Laos. Pengumpulan data intelijen oleh otoritas Tiongkok sejak September 2026 secara cepat dibagikan kepada BNN dan Polri untuk ditindaklanjuti dalam bentuk operasi gabungan.

Wakil Sekretaris Jenderal NNCC Tiongkok, Lan Weihong, menegaskan bahwa penanganan kasus kejahatan transnasional membutuhkan tindakan terukur yang melampaui batas-batas yurisdiksi nasional. Dalam pertemuan bilateral bersama Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026), ia menekankan pentingnya saling kepercayaan dalam bertukar informasi.

“Pihak Tiongkok, Indonesia, dan Malaysia dalam kasus kerja sama penegakan kasus ini, kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, pengambilan keputusan yang tegas, saling pengertian, dan juga akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini dan mencapai hasil yang nyata,” tutur Lan Weihong.

Dampak operasi gabungan ini terasa di dua negara. Selain melumpuhkan pabrik sabu dan mengamankan 11 orang tersangka di Indonesia, otoritas Tiongkok juga menangkap tujuh terduga pelaku di wilayah hukumnya yang terkoneksi dengan sindikat tersebut.

Dari sisi penegakan hukum domestik, penyidikan tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa penindakan ini memasuki fase krusial, yaitu melacak aliran dana dan struktur pendukung yang mengoperasikan jaringan tersebut.

“Pengungkapan ini tidak menghentikan proses penyidikan. Kami juga akan senantiasa mendukung Pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya. Sinergi ini ditujukan untuk menjaga keamanan masyarakat Indonesia dan stabilitas kawasan Asia dari ancaman narkotika,” tegas Suyudi.

Langkah responsif Polri bersama BNN, Bea Cukai, dan mitra internasional seperti NNCC menandai penguatan strategi kontra-narkotika regional. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu memutus mata rantai peredaran gelap narkoba mulai dari produsen, pemodal, hingga jalur distribusi internasional. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA