KPKTIPIKOR.id | KOTA SUKABUMI, Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Sukabumi yang berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, menyisakan kekecewaan bagi sejumlah awak media yang hadir untuk meliput jalannya kegiatan tersebut.
Di balik kemeriahan acara dan besarnya penyelenggaraan Musda, muncul keluhan dari para jurnalis yang mengaku harus menunggu berjam-jam demi menjalankan tugas peliputan. Sejumlah awak media menyebut mereka telah berada di lokasi sejak pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB.
Selama kegiatan berlangsung, para jurnalis berupaya mengikuti rangkaian acara, melakukan wawancara, serta mengumpulkan bahan pemberitaan untuk disampaikan kepada masyarakat.
Namun, setelah kegiatan berakhir, para awak media mengaku pulang tanpa menerima uang transport atau pengganti biaya operasional dari panitia penyelenggara.
Kondisi tersebut menimbulkan rasa kecewa. Pasalnya, untuk menjalankan tugas jurnalistik, awak media harus mengeluarkan biaya transportasi, bahan bakar kendaraan, konsumsi, serta kebutuhan operasional lainnya.
Menghargai Media Bukan Sekadar Mengundang
Bagi insan pers, kehadiran dalam sebuah kegiatan bukan semata-mata untuk memenuhi undangan, melainkan menjalankan fungsi jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Meski pemberian uang transport bukan kewajiban otomatis dalam setiap kegiatan peliputan, perhatian terhadap kebutuhan operasional awak media dinilai sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan apabila sebelumnya telah dijanjikan atau menjadi bagian dari kesepakatan dengan panitia.
Para jurnalis berharap kejadian seperti ini menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara kegiatan, khususnya dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan insan pers.
Sebab, media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan organisasi, termasuk agenda politik dan konsolidasi partai di daerah.
Panitia Diharapkan Memberikan Penjelasan
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari panitia penyelenggara mengenai alasan tidak diberikannya uang transport kepada awak media yang hadir.
Oleh karena itu, klarifikasi dari pihak panitia masih diperlukan agar persoalan ini dapat dipahami secara berimbang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara penyelenggara kegiatan dan insan pers perlu dibangun melalui komunikasi yang baik, keterbukaan, serta penghargaan terhadap tugas masing-masing.***
Tidak ada komentar