Tragedi Pencurian Buah di Bangorejo, Seorang Pria Meninggal Pasca-Main Hakim Sendiri oleh Warga

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 22:06 17 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Dugaan tindak pidana pencurian buah jeruk di wilayah Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, berakhir tragis. Seorang pria berinisial VK tewas setelah menjadi sasaran amuk massa, sementara rekannya berinisial HS berhasil diamankan petugas kepolisian.

 

Insiden tersebut berlangsung di kawasan Kedungrejo Lancip, Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, pada Selasa (15/9/2026) menjelang fajar, sekitar pukul 05.00 WIB.

 

Mewakili pihak kepolisian, Kapolsek Bangorejo IPTU Wahid Hasyim Basri, S.H., M.H., mengonfirmasi adanya tindak kekerasan massa tersebut. Pihaknya bergerak ke lokasi kejadian segera setelah menerima laporan dari warga setempat.

 

“Personel kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan dua orang terduga pelaku beserta seluruh barang bukti agar dapat diproses hukum lebih lanjut,” ujar IPTU Wahid Hasyim Basri.

 

Peristiwa ini bermula ketika pemilik lahan kebun, SA, menerima kabar dari warga sekitar pukul 04.30 WIB terkait indikasi pencurian di kebun miliknya. Setibanya di lokasi, SA menemukan warga telah mengepung dan menangkap dua orang pria beserta dua unit sepeda motor.

 

Di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah jeruk nipis yang sudah dipetik dan menumpuk di tanah, serta buah jeruk manis yang telah dimasukkan ke dalam karung. Total kerugian materiil yang dialami pemilik kebun diperkirakan mencapai Rp1.020.000.

 

Satu Orang Meninggal Saat Dirujuk ke Rumah Sakit

 

Kondisi fisik kedua terduga pelaku tampak berbeda signifikan usai diamankan dari kepungan warga:

 

HS (Warga Desa Bangorejo): Mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke Mapolsek Bangorejo untuk menjalani pemeriksaan intensif.

 

VK (Warga Desa Sambimulyo): Mengalami luka berat akibat tindakan main hakim sendiri.

 

Petugas sempat membawa VK ke Puskesmas Kebondalem guna mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, karena kondisi lukanya yang tergolong kritis, tim medis memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Graha Medika.

 

“Terduga pelaku berinisial VK sempat menerima perawatan awal di Puskesmas Kebondalem sebelum dirujuk. Namun, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Graha Medika,” terang IPTU Wahid Hasyim.

 

Saat ini, Kepolisian Sektor Bangorejo telah menyita barang bukti berupa dua unit sepeda motor serta dua jenis buah jeruk hasil petikan. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan data dan memeriksa sejumlah saksi guna mengusut tuntas kronologi kejadian tersebut. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA