_SIJUNJUNG, http://kpktipikor.id_ – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sijunjung berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum (BPSPAM) Nagari Tamparungo dilaporkan tidak mampu memenuhi kebutuhan air warga.
Hasil pantauan tim *kpktipikor.id* di Jorong Sitongek, Sabtu 05/09/2026 pukul 13.53 WIB, bak penampungan air BPSPAM Warga tampak nyaris kering. Air yang tersisa sangat sedikit dan keruh. Suhu di lokasi tercatat 30.5°C dengan kondisi berkabut.
Warga mengaku sudah beberapa hari terakhir mengalami kesulitan air. Distribusi air menjadi tidak teratur dan debit yang keluar sangat kecil.
“Kami harus antre dan nunggu malam baru airnya keluar. Siang sering mati total,” kata salah seorang warga.
Turunnya debit air ini diduga akibat kemarau panjang sejak Agustus 2026. Sebelumnya, dampak serupa juga terjadi pada tanaman kopi warga yang mulai menguning.
Warga berharap Pemerintah Nagari Tamparungo bersama Dinas terkait segera memberikan solusi seperti droping air bersih dan program konservasi sumber mata air.
Dampak kemarau panjang, BPSPAM Nagari Tamparungo tidak sanggup penuhi kebutuhan air warga.
Bak penampungan air Warga di Sitongek hampir kering.
Warga terpaksa antre dan menunggu hingga malam hari.
Pemerintah diminta segera turun tangan.
(Mardius,C.JI.,C.LWI)
Tidak ada komentar