Gandeng Ritel Modern dan UMKM, Jurusan Pemasaran SMKN 1 Bawang Buka Kelas Industri

waktu baca 2 menit
Senin, 31 Agu 2026 21:58 9 Pimred Naional

BANJARNEGARA — SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara, resmi meluncurkan program kelas industri untuk Jurusan Pemasaran.

 

Kegiatan launching yang mengusung konsep kolaborasi dunia pendidikan dan dunia usaha ini digelar di Aula SMKN 1 Banjarnegara, Senin (31/8/2026).

 

Plt Kepala Sekolah SMKN 1 Bawang, Khairul Sholih Retno Broto, menjelaskan bahwa esensi dari kelas industri adalah membawa praktik nyata dunia perusahaan ke dalam lingkungan sekolah.

 

“Jadi dengan adanya kelas industri, anak-anak mau praktik dalam keseharian bisa dilaksanakan secara real sebagaimana di perusahaan. Segala hal yang ada di dunia usaha dan dunia industri diminiaturkan di sini,” kata Khairul.

 

Ia menambahkan, meski secara keseluruhan SMKN 1 Bawang telah bekerja sama dengan puluhan mitra industri, untuk peluncuran kali ini terdapat tiga mitra utama yang kembali ditingkatkan kerjasamanya (re-upgrade).

 

Ketiga mitra tersebut meliputi sektor pemasaran digital, ritel modern Alfamart, serta Koperasi CKS (UMKM).

 

Sementara itu, Kepala Prodi Pemasaran SMKN 1 Bawang, Niniek Mardianti, memaparkan bahwa Jurusan Pemasaran saat ini terbagi menjadi dua konsentrasi keahlian, yakni konsentrasi ritel dan konsentrasi bisnis digital.

 

“Untuk konsentrasi ritel, kelas industrinya bekerja sama dengan Alfamart. Sedangkan untuk konsentrasi digital, kami bermitra dengan CKS dan Yamaha,” Jelasnya.

 

Melalui sinergi ini, para siswa dipersiapkan agar memahami standar industri secara langsung dan tidak canggung saat memasuki dunia kerja.

 

Kepala Dinas Indagkop UKM Banjarnegara, Adi Cahyono, memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Menurutnya, program ini merupakan komitmen luar biasa agar lulusan SMK siap beradaptasi dengan kondisi riil di lapangan dan tidak gagap kerja.

 

“Ini kegiatan yang langsung bersinggungan dengan usaha, di mana para siswa dapat mempraktikkan ilmu sekolah yang dipertemukan dengan realita lapangan. Kami dari dinas sangat peduli, terlebih ada keterlibatan Koperasi CKS yang anggotanya adalah para pelaku usaha,” kata Adi.

 

Adi juga berpesan kepada para guru pembimbing dan siswa agar memanfaatkan fasilitas pendukung yang ada, termasuk mengoptimalkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang menyediakan lima konsultan gratis.

 

Selain itu, para siswa didorong untuk aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi dan kemajuan dunia usaha sejak bangku sekolah.

 

Ia berharap SMKN 1 Bawang dapat mencetak lulusan Jurusan Pemasaran yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha secara mandiri.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA