SWAKELOLA SMP 39 BULUKUMBA ANGGARAN 1,589 962 000 M ABAIKAN TUKANG BURUH LOKAL*

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Jun 2026 14:57 32 Intelijen Nasional

SWAKELOLA SMP 39 BULUKUMBA ANGGARAN 1,589 962 000 M ABAIKAN TUKANG BURUH LOKAL*

 

BULUKUMBA – KPK Tipikor id Program swakelola pembangunan SMP Negeri 39 Bulukumba disorot warga. Proyek senilai Rp1,589 962 000 Miliar itu dituding tidak memberdayakan tenaga lokal seperti tukang dan buruh harian, Senin 21 April 2026.

 

Warga sekitar lokasi proyek mengaku kecewa. Padahal banyak tukang bangunan dan buruh harian di Bulukumba yang menganggur dan butuh kerjaan. “Orang sini nganggur Bang, tapi yang kerja malah didatangkan dari luar daerah,” ujar salah satu warga.

 

Pantauan di lokasi, para pekerja yang terlibat proyek swakelola SMP 39 Bulukumba bukan warga sekitar. Mereka didominasi tukang dari luar Kabupaten Bulukumba yang dibawa masuk tim pelaksana.

 

Anggaran swakelola SMP 39 Bulukumba bersumber dari dana pemerintah. Seharusnya prinsip swakelola mengutamakan pemberdayaan masyarakat setempat sesuai aturan dan tujuan awal program padat karya.

 

Ketua RT setempat menyayangkan kebijakan tersebut. “Kalau anggarannya 1,589 962 000 M lebih, minimal orang Bulukumba dulu yang dikasih kerja. Ini malah tukang luar semua yang masuk,” katanya geram.

Tujuan swakelola adalah menyerap tenaga kerja lokal dan memutar ekonomi warga. Namun fakta di SMP 39 Bulukumba justru berbanding terbalik. Peluang kerja warga lokal hilang begitu saja.

 

Warga mendesak Dinas Pendidikan Bulukumba dan pihak sekolah mengevaluasi tim pelaksana swakelola. “Jangan sampai anggaran besar tapi rakyat kecil tidak merasakan manfaatnya,” tegas warga.

 

SMP Negeri 39 Bulukumba diharapkan segera memberi klarifikasi. Transparansi penggunaan anggaran dan komposisi tenaga kerja harus dibuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

 

Kasus ini jadi catatan penting bagi semua sekolah pelaksana swakelola di Bulukumba. Jika tujuan memberdayakan warga diabaikan, maka swakelola hanya jadi formalitas anggaran tanpa dampak ke masyarakat.

 

Pewarta: parwansyah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA