Menuju Industri Petrokimia dan Shorebase di Pulau Selaru : Ricky Malisngorar Ajak Kader AMGPM Siapkan SDM
Saumlaki,Kpktipikor.id -Ketua AMGPM Daerah Tanimbar Selatan, Ricky Malisngorar, SH.,MH yang juga merupakan putra asli Pulau Selaru, memberikan arahan dalam Konferensi Cabang Ke – VII AMGPM Sion Namtabung. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesiapan generasi muda, khususnya kader-kader AMGPM, dalam menghadapi pembangunan dan pengoperasian Blok Migas Masela di masa mendatang.
Ricky menyampaikan bahwa Pulau Selaru merupakan wilayah yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan kawasan industri berbasis migas di Kepulauan Tanimbar. Karena itu, seluruh kader AMGPM harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang apabila Pulau Selaru diproyeksikan menjadi wilayah pengembangan industri petrokimia dan shorebase pendukung operasional Blok Masela.
Menurutnya, kehadiran industri migas akan membawa dampak ekonomi yang besar serta membuka berbagai peluang kerja dan usaha bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pemuda AMGPM perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, serta penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Ia menjelaskan bahwa hilirisasi petrokimia berpotensi mengolah hasil gas alam menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara itu, pembangunan shorebase akan menjadi pusat logistik dan layanan pendukung kegiatan migas, mencakup sektor transportasi, pergudangan, jasa maritim, perbengkelan, hingga penyediaan tenaga kerja lokal.
“Jangan sampai kita menjadi penonton di negeri sendiri. Kader-kader AMGPM harus mempersiapkan diri dengan baik agar dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan yang akan hadir melalui investasi Blok Masela,” ungkap Ricky.
Selain menyoroti kesiapan sumber daya manusia, Ricky juga menegaskan pentingnya menjaga dan memperjuangkan hak ulayat masyarakat adat. Menurutnya, setiap investasi yang masuk ke wilayah Selaru harus tetap menghormati dan melindungi hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari identitas dan warisan yang harus dijaga.
“Pengalaman yang pernah terjadi di Desa Lermatang harus menjadi pelajaran bersama agar hal serupa tidak terulang di wilayah Selaru. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu mengawal proses pembangunan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat adat,” tegasnya.
Melalui arahan tersebut, Ketua AMGPM Daerah Tanimbar Selatan berharap kader-kader AMGPM mampu menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, serta siap mengambil peran strategis dalam pembangunan Pulau Selaru dan Kepulauan Tanimbar di tengah hadirnya proyek migas Blok Masela.
Tidak ada komentar