JOMBANG – Satu tahun kepemimpinan di Kabupaten Jombang diperingati dengan doa bersama dan tasyakuran sederhana yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (20/2/2026) sore. Momentum refleksi ini menjadi simbol syukur sekaligus penguatan komitmen pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Acara yang digelar di tengah suasana Ramadan 1447 H itu dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan perangkat daerah, serta unsur organisasi kemasyarakatan. Istighotsah dipimpin oleh KH. Cholil Dahlan, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang. Tausiyah dan doa disampaikan KH. Nur Hadi (Mbah Bolong) dari Pondok Pesantren Falahul Muhibbin.
Turut hadir Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani Warsubi, Ketua I TP PKK Ning Ema Erfina, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Lilik Agus Purnomo.
Dalam sambutannya, Warsubi menegaskan bahwa peringatan satu tahun masa jabatan bukan sekadar seremoni, melainkan wujud rasa syukur atas amanah yang diemban sekaligus refleksi perjalanan pemerintahan yang telah dilalui. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat yang turut menjaga stabilitas dan kebersamaan selama setahun terakhir.
Menurutnya, arah pembangunan tetap berpijak pada visi besar “Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua”, dengan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama setiap kebijakan.
“Genap satu tahun kami diberi kekuatan untuk melayani masyarakat. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus bekerja lebih baik,” ujarnya.
Dalam kurun waktu satu tahun, pemerintah daerah mencatat sejumlah capaian penting di tingkat regional maupun nasional. Di bidang tata kelola keuangan, Jombang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Pada sektor pembangunan daerah, Jombang meraih peringkat ketiga Penghargaan Pembangunan Daerah tingkat Jawa Timur. Sementara di bidang kesehatan, daerah ini memperoleh penghargaan intervensi spesifik stunting terbaik regional dari Kementerian Kesehatan RI.
Di sektor pelayanan publik, Jombang meraih predikat Pelayanan Prima dari Kementerian PAN-RB, menempatkannya di peringkat ketiga nasional dari 415 kabupaten di Indonesia.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 3,75 persen pada 2024 menjadi 3,28 persen pada 2025.
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat pemerintahan, pembangunan sosial, pengendalian inflasi, penanganan stunting, hingga pelayanan publik,” tegasnya.
Warsubi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga kerja kolektif seluruh komponen masyarakat. Stabilitas sosial, kerukunan, dan kekompakan birokrasi disebutnya sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, DPRD, instansi vertikal, sektor perbankan, serta seluruh organisasi perangkat daerah yang terus mendukung jalannya pemerintahan.
Sebagai penutup, ia memohon doa restu agar kepemimpinan yang dijalankan bersama wakil bupati tetap diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengemban amanah.
“Semoga kami senantiasa diberi kekuatan lahir batin untuk menghadirkan perubahan dan kemajuan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan mauidhoh hasanah, doa bersama, pemotongan tumpeng, serta ramah tamah dan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
(RED:AD1W)
Tidak ada komentar