Tapaktuan 11 November 2025
1. Ikrar Wakaf: Tindakan Sakral dan Penuh Keikhlasan
Ikrar wakaf merupakan momen sakral yang mengandung nilai spiritual dan sosial yang tinggi. Ketika seorang pewakif telah mengikrarkan hartanya sebagai wakaf, maka hak kepemilikan pribadi telah beralih menjadi milik umat.
Sejak saat itu, harta tersebut tidak lagi menjadi milik duniawi, tetapi menjadi
tabungan abadi di sisi Allah SWT.
Kegiatan ikrar wakaf ini turut dihadiri oleh perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh Selatan serta Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan, Maulida Wita, S.H.I. Kehadiran mereka menegaskan bahwa wakaf bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari sistem syariat yang teratur dan dijaga oleh negara.
Ali ‘Imran · Ayat 92
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ٩٢
lan tanâlul-birra ḫattâ tunfiqû mimmâ tuḫibbûn, wa mâ tunfiqû min syai’in fa innallâha bihî ‘alîm
Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.
( QS Ali – Imran [3]:92)
Ayat ini menjadi dasar bahwa wakaf adalah bentuk tertinggi dari keikhlasan dalam beramal, karena seseorang rela melepaskan sesuatu yang ia cintai demi kemaslahatan banyak orang.
Penandatanganan administrasi atau ikrar wakaf dilaksanakan pada hari Senin, 10 November 2025, bertempat di Aula KUA Tapaktuan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.
2. Pahala Abadi dari Amal Jariyah
Dalam sambutannya, Kepala KUA Tapaktuan, Drs. Murdi Us, menyampaikan bahwa pewakif akan mendapatkan pahala yang terus mengalir selama harta wakaf tersebut memberikan manfaat bagi umat. Wakaf adalah amal jariyah yang tak terputus oleh waktu dan kematian.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah -yaitu Ibnu Sa’id- dan Ibnu Hujr mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Isma’il -yaitu Ibnu Ja’far- dari Al ‘Ala’ dari Ayahnya
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.”
( HR Muslim No 3084)
Harta wakaf yang diperuntukkan sebagai pemakaman warga Dusun Gunung Durian ini menjadi contoh nyata sedekah jariyah.
Tanah tersebut kelak akan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi banyak orang,
sehingga manfaatnya terus dirasakan lintas generasi.
Dari setiap doa yang dipanjatkan di atasnya, mengalir pahala tanpa henti bagi pewakifnya.
3. Amanah Nazhir dan Harapan Keluarga Pewakif
Harapan besar datang dari keluarga besar Raflizar, S.H. dan Suriatun selaku pewakif.
Mereka berharap agar tanah wakaf ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat, khususnya sebagai lahan pemakaman warga Dusun Gunung Durian.
Lebih dari itu, mereka ingin agar Gampong Lhok Bengkuang Timur menjadi ikon kebaikan dan keteladanan dalam pengelolaan wakaf di Aceh Selatan.
Namun, tanggung jawab besar kini berada di pundak nazhir.
Dalam pandangan Islam, nazhir bukan hanya pengelola harta, tetapi penjaga amanah Allah.
Ia harus memastikan agar wakaf digunakan sesuai dengan tujuan, tidak dialihkan, disia-siakan, atau disalahgunakan.
Firman Allah SWT
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا ٥٨
innallâha ya’murukum an tu’addul-amânâti ilâ ahlihâ wa idzâ ḫakamtum bainan-nâsi an taḫkumû bil-‘adl, innallâha ni‘immâ ya‘idhukum bih, innallâha kâna samî‘am bashîrâ
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS An – Nisa [4]: 58)
Ayat ini mengingatkan bahwa pengelolaan wakaf harus dijalankan dengan kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan, karena setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
4. Wakaf sebagai Warisan Keberkahan Umat
Wakaf bukan sekadar menyerahkan tanah atau harta, tetapi tentang menanam nilai kebaikan yang terus hidup.
Tanah yang diwakafkan akan menjadi tempat suci bagi banyak jiwa, sementara pewakifnya akan terus dikenang dalam doa.
Dari langkah kecil keluarga pewakif lahir harapan besar: membangun peradaban berbasis keberkahan dan kepedulian sosial.
Semoga semangat wakaf ini menular ke seluruh masyarakat Aceh Selatan, agar semakin banyak tanah, waktu, dan tenaga yang diwakafkan untuk kemaslahatan umat.
Sabda Rasulullah SAW
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289)
Penutup
Ikrar wakaf di Dusun Gunung Durian bukan sekadar peristiwa administratif, tetapi momentum spiritual dan sosial yang membuktikan bahwa semangat wakaf masih hidup di tengah masyarakat.
Selama harta itu digunakan di jalan Allah, maka pahala pewakif akan terus mengalir hingga hari kiamat.
Semoga nazhir senantiasa amanah, wakaf ini membawa berkah bagi warga Lhok Bengkuang Timur, dan menjadi ikon kebaikan Aceh Selatan dalam menghidupkan nilai-nilai gotong royong, ukhuwah, dan ibadah sosial.
NARA SUMBER: Muhammad Ali Akbar, M.Pd.I.
Penyuluh Agama Islam KUA TAPAKTUAN
EDITOR
@ WIRA TAPAKTUAN 1984 TIPIKOR
Tidak ada komentar