Dugaan Manipulasi Data dan Honorer Fiktif di SDN 078505 Zeke, Tanah Masa – Kepala Sekolah Bungkam

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Okt 2025 09:05 77 Korwil Nias

Nias Selatan – kpktipikor.id
Kepala Sekolah SDN 078505 Zeke, Kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias Selatan, diduga terlibat dalam praktik manipulasi data guru dan penggelembungan jumlah siswa. Fakta ini mencuat setelah laporan masyarakat menunjukkan adanya sejumlah nama yang tercantum sebagai tenaga honorer, padahal tidak pernah terlihat mengajar atau mengabdi di sekolah tersebut sejak tahun 2020 hingga kini.
Nama-nama yang diduga sebagai “honorer siluman” tersebut antara lain:
Ehaoni Luahambowo
Elwiman Victoryah
Sriwati Nehe
Liani Dakhi
Sariana Laia
Warga setempat yang diwawancarai menyatakan bahwa kelima nama tersebut 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 1 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒 𝙰𝚝𝚊𝚜 𝚗𝚊𝚖𝚊 𝚂𝚛𝚒𝚠𝚊𝚝𝚒 𝙽𝚎𝚑𝚎 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 2020 𝚂𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚎𝚔𝚘𝚕𝚊𝚑 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚔𝚒𝚗𝚒, 𝚝𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚜𝚎𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚐𝚞𝚛𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚒𝚗 tidak pernah dikenal sebagai bagian dari tenaga pendidik di SDN 078505 Zeke maupun sekolah sekitar. Namun secara mengejutkan, nama-nama ini muncul dalam data pengajuan Dana BOS dan bahkan dalam pengumuman kelulusan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
“Kami masyarakat dan para guru honorer di sini tidak mengenal mereka. Tiba-tiba saja nama-nama itu muncul di pengumuman PPPK. 𝙿𝚊𝚛𝚞𝚑 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝙰𝚝𝚊𝚜 𝚗𝚊𝚖𝚊 𝙻𝚒𝚊𝚗𝚒 Ini jelas sangat janggal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama di kalangan honorer aktif yang merasa dirugikan akibat potensi kecurangan dalam seleksi PPPK.
Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media kepada Kepala Sekolah SDN 078505 melalui telepon dan pesan WhatsApp tidak mendapat respons.
Sebagai bentuk tanggung jawab publik, KPKTipikor.id Nisel mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap data guru honorer di seluruh wilayah Tanah Masa. Transparansi dan integritas sangat dibutuhkan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem birokrasi dan pendidikan di daerah.
Pewarta: Martianus Duha

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA