Saumlaki,kpktipikor.id –Ketua AMGPM Daerah Tanimbar Selatan, Ricky Malisngorar, mencanangkan agenda pembenahan menyeluruh organisasi dalam pidato perdananya, dengan fokus pada penguatan struktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kesiapan pemuda menghadapi peluang ekonomi dari proyek strategis nasional Blok Masela, Selasa (14/4/2026)
Dalam pidato yang menjadi penanda awal kepemimpinannya, Ricky menempatkan diri sebagai pelayan organisasi, bukan figur dominan. Ia meluncurkan komitmen untuk menata ulang arah gerak AMGPM agar lebih solid, adaptif, dan berdampak nyata di tengah masyarakat.
Ia secara terbuka mengakui kondisi internal organisasi yang tengah menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari lemahnya konsolidasi, tidak optimalnya sistem kaderisasi, hingga menurunnya militansi pemuda gereja.
Menurutnya, situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena berpotensi melemahkan peran strategis AMGPM sebagai wadah pembinaan generasi muda.
“Ini tidak boleh kita biarkan,” tegasnya.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Ricky memaparkan visi kepemimpinan yang menekankan empat pilar utama: kekuatan iman, keunggulan SDM, soliditas organisasi, dan relevansi sosial.
Visi ini diarahkan untuk memastikan AMGPM tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi aktor penting dalam dinamika pembangunan daerah.
Pada tataran implementasi, ia menggariskan empat langkah strategis. Pertama, pembenahan internal melalui penguatan struktur organisasi dan sistem kaderisasi yang berkelanjutan, guna memastikan seluruh ranting dan cabang berfungsi aktif dan produktif.
Kedua, pengembangan SDM yang kompetitif. Ia menyoroti pentingnya kesiapan pemuda Tanimbar dalam menangkap peluang kerja dan usaha yang muncul dari proyek Blok Masela, sehingga tidak menjadi penonton di wilayah sendiri.
Ketiga, revitalisasi spiritualitas dan militansi kader. Ricky menekankan pentingnya mengembalikan nilai dasar organisasi, yakni iman sebagai fondasi, pelayanan sebagai orientasi hidup, dan pengabdian sebagai identitas gerakan.
Keempat, peningkatan peran sosial organisasi dalam merespons persoalan publik seperti pengangguran, kemiskinan, krisis moral, dan disrupsi digital. Ia menyampaikan AMGPM harus hadir sebagai solusi konkret di tengah masyarakat.
Menutup pidatonya, Ricky menyerukan konsolidasi internal dengan meninggalkan ego sektoral dan konflik yang tidak produktif.
Lebih lanjut, Ia mengajak seluruh kader untuk bersatu dalam semangat kolektif demi memperkuat posisi AMGPM sebagai kekuatan moral dan sosial.
“Jangan hanya menjadi penonton sejarah-jadilah pelaku sejarah. Jangan hanya mengkritik, tetapi ambil bagian dalam perubahan,” ujarnya.
Dengan mengusung nilai “garam dan terang dunia,” ia optimistis AMGPM Tanimbar Selatan mampu bangkit sebagai organisasi pemuda gereja yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga relevan dan berpengaruh dalam pembangunan masyarakat.
Tidak ada komentar