Susun Peta Jalan 2026-2029, Kepala BRAN Bawa Target 100 Hari ke Meja Bank Tanah

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Okt 2026 22:46 5 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

JAKARTA — Di masa awal pembentukannya, Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) langsung tancap gas menyusun agenda kerja terukur. Mengusung target 100 hari pertama, Kepala BRAN Jenderal Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mensosialisasikan visi lembaganya saat bertemu jajaran pimpinan Badan Bank Tanah di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BRAN memaparkan gambaran cetak biru (blueprint) dan peta jalan BRAN untuk periode 2026–2029. Pihaknya berfokus pada percepatan konsolidasi kelembagaan agar program-program strategis dapat segera dieksekusi.

“Seratus hari pertama ini kita gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Kita menyusun program secara terukur, memperkuat koordinasi dan memastikan setiap langkah memiliki arah yang jelas,” ungkap Dedi.

Lebih rincinya, target 100 hari pertama BRAN diarahkan pada enam poin krusial. Poin tersebut meliputi pemetaan dan penanganan kasus-kasus agraria prioritas, penguatan kanal komunikasi dan pengaduan rakyat, serta penguatan basis data agraria.

Selain itu, BRAN juga memprioritaskan penyusunan program kerja operasional, penyusunan regulasi pendukung kelembagaan, serta penguatan koordinasi lintas sektor mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.

Langkah menyambangi Bank Tanah dinilai sebagai realisasi dari poin penguatan koordinasi tersebut. Bank Tanah merespons positif target tersebut dan turut memaparkan skema peran mereka dalam pengelolaan lahan untuk reforma agraria, yang diharapkan dapat dikolaborasikan dengan target jangka pendek maupun jangka panjang BRAN. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA