GUNUNGSITOLI, NIAS — kpktipikor.id Program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (BANGGA KENCANA) kembali menjadi perhatian publik di Pulau Nias. Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Sihar PH Sitorus, BSBA., MBA, bersama mitra kerja melaksanakan sosialisasi program tersebut di Gedung GKSI, Jalan Dolok Martimbang, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, pengasuhan anak, kependudukan, serta pembangunan keluarga yang berkualitas. Bagi masyarakat Nias, agenda tersebut tidak sekadar berbicara mengenai jumlah anak, tetapi juga menyentuh persoalan yang lebih luas: bagaimana keluarga mampu memastikan setiap anak memperoleh pengasuhan, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan berkembang secara layak.
Sihar PH Sitorus hadir secara virtual melalui Zoom. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nias yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara II.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tugas Komisi IX DPR RI berkaitan dengan pengawasan serta kerja sama dengan mitra kerja, termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Sihar juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Bukan Sekadar “Dua Anak”, Tetapi Tanggung Jawab Pengasuhan
Salah satu pesan yang menarik perhatian dalam sosialisasi datang dari Kepala Bidang KKB dan KKS Kota Gunungsitoli, Oktavia Harefa, SKM.
Menurutnya, program keluarga berencana tidak seharusnya dimaknai sebatas pembatasan jumlah anak. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan orang tua menjalankan tanggung jawab terhadap anak-anaknya.
Program KB, menurutnya, diarahkan untuk membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Ia menekankan bahwa apabila sebuah keluarga memiliki lebih dari dua anak, hal tersebut bukan berarti menjadi persoalan sepanjang orang tua mampu memberikan perawatan, pengasuhan, pendidikan, dan memenuhi kebutuhan anak hingga mereka berhasil.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program keluarga berencana perlu dilihat dari perspektif yang lebih luas. Ukurannya bukan semata-mata angka kelahiran, tetapi juga kualitas kehidupan keluarga dan masa depan anak.
BANGGA KENCANA dan Tantangan Generasi Muda
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si, menjelaskan bahwa BANGGA KENCANA merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana.
Program tersebut memiliki sasaran pembangunan yang berkaitan langsung dengan kualitas keluarga dan kependudukan. Mahyuzar menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, pelaksanaan program BANGGA KENCANA di Kota Gunungsitoli telah berjalan dengan baik.
Namun, keberhasilan program tersebut tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Terlebih, generasi muda merupakan kelompok yang akan berhadapan langsung dengan tantangan kependudukan di masa depan. Pemuda perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, kesiapan ekonomi, pendidikan, serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.
Dalam konteks itu, sosialisasi BANGGA KENCANA memiliki potensi strategis apabila tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat harus diterjemahkan menjadi perubahan perilaku dan keputusan keluarga yang lebih terencana.
Hadirkan Unsur Pemerintah, Kepolisian dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas P5A Kota Gunungsitoli, Kepala Bidang KB dan K3 Kota Gunungsitoli Oktavia Harefa, SKM, Tim SSC, personel Polres Nias, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan keluarga bukan semata-mata menjadi tanggung jawab BKKBN. Persoalan keluarga, kependudukan dan generasi muda memiliki keterkaitan dengan pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, keamanan sosial, hingga pembangunan ekonomi.
Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi penting agar program tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dari Sosialisasi Menuju Dampak Nyata
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pemaparan narasumber, Mars KB, sesi tanya jawab, pembagian merchandise melalui kuis, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, dan foto bersama.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif.
Meski demikian, tantangan terbesar setelah kegiatan bukan lagi bagaimana menyelenggarakan sosialisasi, melainkan bagaimana memastikan pesan yang disampaikan benar-benar sampai kepada keluarga dan generasi muda.
Bagi masyarakat Pulau Nias, pembangunan keluarga berkualitas memiliki dampak jangka panjang. Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang mampu memberikan pengasuhan, pendidikan dan perlindungan secara baik akan menjadi bagian penting dari kualitas sumber daya manusia daerah.
Karena itu, program BANGGA KENCANA patut dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang. Pemerintah, DPR RI, BKKBN, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, orang tua dan terutama generasi muda memiliki peran masing-masing.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan keluarga tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan sosialisasi yang terlaksana. Ukuran yang lebih penting adalah apakah masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, apakah anak-anak mendapatkan pengasuhan yang layak, dan apakah generasi muda Nias memiliki kesiapan membangun keluarga yang sehat, mandiri dan berkualitas.
(Sad)
Tidak ada komentar