KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
GRESIK – Tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Gresik menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Merespons hal tersebut, Polres Gresik melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur dan tim ahli melakukan inspeksi mendalam di titik rawan (blackspot) Jalan Raya Krikilan, Kecamatan Driyorejo, pada Jumat (2/10/2026).
Jalan Raya Krikilan menjadi fokus utama peninjauan karena kawasan tersebut tercatat memiliki indeks risiko kecelakaan lalu lintas yang tinggi, sehingga membutuhkan langkah intervensi segera agar tidak terus memakan korban.
Guna memperoleh hasil analisis yang objektif dan komprehensif, kepolisian tidak bergerak sendiri. Polres Gresik secara khusus menggandeng pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Anak Agung Gde Kartika. Selain itu, jajaran instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Jasa Raharja turut dilibatkan.
Dari pihak Ditlantas Polda Jatim, tim Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) yang dipimpin langsung oleh Kompol Heru Sudjio Budi Santoso juga diterjunkan ke lokasi untuk membantu pemetaan di lapangan.
Setelah menyisir langsung kondisi fisik jalan dan mengamati pola arus lalu lintas di kawasan Krikilan, tim gabungan melanjutkan agenda dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan pemaparan hasil kajian di Aula Nuvo Wingsurya, Driyorejo. Di dalam forum tersebut, berbagai variabel yang menjadi penyebab kecelakaan dibedah secara mendalam dan berbasis data.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie, menegaskan bahwa penanganan titik rawan kecelakaan tidak bisa diselesaikan secara parsial atau hanya dibebankan pada pihak kepolisian.
”Hasil survei bersama ini menjadi pijakan kami untuk merumuskan langkah konkret. Kami ingin penanganannya menyentuh akar masalah, mulai dari perbaikan fasilitas jalan, kelengkapan marka, optimalisasi pencahayaan, hingga pendekatan terhadap aspek human error atau perilaku pengendara di jalan raya,” ujar AKP Hariyazie.
Melalui sinergi multisektor ini, diharapkan terbangun sebuah sistem keselamatan jalan yang lebih terukur, terpadu, dan berkelanjutan di wilayah Krikilan. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan peninjauan dan diskusi lintas instansi tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan menghasilkan rekomendasi strategis bagi keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Gresik. Sumber berita: (Red Jaskurnia)
Tidak ada komentar