Berkaul Sesudah Panen Raya, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Nagari Tanjung Labuah, Sijunjung Tetap Lestari*

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 15:15 50 Admin KPK

*SIJUNJUNG – Nagari Tanjung Labuah, http://kpktipikor.id* – Jum,at 18 September 2026,Tradisi Berkaul sesudah panen raya masih menjadi warisan budaya yang dijaga erat oleh masyarakat lokal Nagari Tanjung Labuah, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil panen yang telah diberikan.

 

Pantauan http://kpktipikor.id di lapangan, ratusan warga berkumpul di dalam Masjid dengan menggelar tikar secara melingkar. Terlihat para tetua adat, alim ulama, dan generasi muda duduk bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Berbagai hidangan dan dulang berisi makanan disiapkan sebagai simbol kebersamaan.

 

Berkaul merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan setiap selesai panen padi di sawah. Masyarakat membawa hasil bumi terbaik untuk didoakan bersama, kemudian dimakan secara bersama-sama di masjid sebagai bentuk sedekah dan syukur.

 

Suasana terlihat khidmat saat doa bersama dipimpin oleh imam masjid. Anak-anak hingga orang tua tampak antusias mengikuti prosesi ini. Nilai gotong royong dan kebersamaan sangat kental terasa dalam tradisi ini.

 

Tradisi Berkaul tidak hanya sekedar makan bersama, namun mengandung nilai filosofis yang dalam tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan hubungan antar sesama manusia.

 

Dengan tetap dilestarikannya tradisi Berkaul, diharapkan generasi muda Nagari Tanjung Labuah dapat terus mengenal dan mencintai budaya leluhur.

 

MARDIUS,C.JI,.C.LWI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA