Estafet Kepemimpinan Desa La’uri: Temu Pisah Kades Lama dan Penyambutan Kades Baru Berlangsung Khidmat

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 15:34 27 Korwil Nias

NIAS — kpktipikor.id Pemerintahan Desa La’uri menggelar acara temu pisah sekaligus penyambutan Kepala Desa baru di Balai Pertemuan Desa La’uri, Rabu (9 September 2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam pergantian kepemimpinan sekaligus penegasan keberlanjutan pelayanan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa.

 

Acara berlangsung dalam suasana khidmat, penuh keakraban, dan kekeluargaan. Perangkat desa serta para tamu undangan terlihat hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan bersama di ruang pertemuan desa.

 

Pergantian kepala desa bukan sekadar seremonial. Bagi masyarakat, momentum tersebut menjadi bagian penting dari proses memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan, pelayanan publik tidak terhenti, serta program pembangunan yang telah direncanakan dapat dilanjutkan dan dievaluasi secara berkesinambungan.

 

Kades Lama Titip Keberlanjutan Program

 

Dalam sambutannya, Kepala Desa La’uri yang lama menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat serta perangkat desa yang selama masa kepemimpinannya telah memberikan dukungan dan kerja sama.

 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan maupun hal-hal yang belum dapat diwujudkan secara maksimal.

 

«“Terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama kita selama ini. Saya titip Desa La’uri kepada pemimpin yang baru. Mari kita dukung bersama agar program-program desa bisa terus berjalan dan lebih baik lagi,” ujarnya.»

 

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting dalam proses pergantian kepemimpinan desa. Keberhasilan pemerintahan desa pada akhirnya tidak hanya bergantung pada kepala desa, tetapi juga pada soliditas perangkat desa dan partisipasi masyarakat.

 

Kades Baru Buka Komunikasi dengan Masyarakat

 

Sementara itu, Kepala Desa La’uri yang baru menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat.

 

Ia meminta dukungan, bimbingan, dan kerja sama dari perangkat desa maupun seluruh masyarakat dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

 

«“Saya mohon bimbingan, dukungan, dan kerja sama dari seluruh perangkat dan masyarakat. Dengan kebersamaan kita bisa membangun Desa La’uri yang lebih maju,” ucapnya.»

 

Komitmen tersebut menjadi modal awal bagi kepemimpinan baru untuk membangun pemerintahan desa yang lebih terbuka, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

Momentum Evaluasi dan Harapan Baru

 

Dari perspektif pembangunan desa, pergantian kepemimpinan juga dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap program-program sebelumnya. Program yang dinilai berhasil dapat dilanjutkan, sementara berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah perlu mendapatkan perhatian dan penyelesaian secara bertahap.

 

Masyarakat tentunya memiliki harapan agar kepemimpinan baru tidak hanya melanjutkan pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, transparansi pengelolaan pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, serta keterbukaan dalam pelaksanaan program dan penggunaan anggaran desa.

 

Hal tersebut penting karena desa merupakan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Setiap kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah desa secara langsung dapat berdampak terhadap kehidupan warga.

 

Karena itu, komunikasi dua arah antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan warga.

 

Menjaga Persatuan dalam Pergantian Kepemimpinan

 

Acara temu pisah kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Suasana kekeluargaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa pergantian kepemimpinan diharapkan tidak menimbulkan sekat di tengah masyarakat.

 

Estafet kepemimpinan seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, bukan mempertajam perbedaan.

 

Ke depan, tantangan Kepala Desa La’uri bersama perangkatnya adalah membuktikan komitmen melalui kerja nyata. Masyarakat tentu akan menilai bukan hanya dari sambutan dan janji, tetapi dari kualitas pelayanan, keberlanjutan pembangunan, keterbukaan pemerintahan, serta manfaat nyata yang dirasakan warga.

 

Dengan dukungan masyarakat dan perangkat desa, kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa Desa La’uri menuju tata kelola pemerintahan yang semakin baik, pembangunan yang berkelanjutan, serta pelayanan publik yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA